312 RW Dapat Dana Hibah Rp 100 Juta

 

CIMAHI – Sebanyak  312 Rukun Warga (RW) di Kota Cimahi akan segera menikmati dana hibah sebesar Rp100 juta. Namun, dana tersebut tidak berbentuk uang melainkan bahan keperluan sesuai yang diajukan.

Sebelum dana tersebut diberikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait bagaimana cara mengajukan proposal untuk bisa memanfaatkan dana hibah tersebut.

Seperti diketahui, dana hibah senilai Rp100 juta per RW itu merupakan janji kampanye Ajay M. Priatna dan Ngatiana saat menjalankan kampanye.

“jadi, sebelum dana tersebut didistribusikan, pihak RW sudah harus mengajukan proposal yang kemudian dilaporkan ke kelurahan dan kecamatan untuk diproses,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemerintah Kota Cimahi, Maria Fitriani, Rabu (4/7/2018).

Dia menyebutkan, dana hibah itu sebetulnya sudah bisa diberikan sebelum lebaran. Namun, sistem pencairannya belum dimengerti, apakah  penunjukkan langsung atau melalui lelang.

“Setelah berbagai pertimbangan, kami pikir tidak perlu seperti itu karena ini kan merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, dana hibah tersebut peruntukannya disesuaikan dengan konsep yang diajukan masing-masing RW. Itu artinya, dana tidak ditentukan oleh pemerintah. Tapi, disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Sementara untuk tenaga pekerjanya, bisa dengan swadaya masyarakat secara bersama-sama.

“Kalau untuk makan dan minum kita masih menganggarkan. Nantinya, setelah melalui penyesuaian di Dinas PUPR, maka masyarakat bisa beli bahan bangunan di toko material terdekat,” ungkapnya.

Meski dana tersebut sudah disediakan pemerintah, namun jika pada tahun 2018 ini dana tersebut tidak terserap, maka tidak bisa diakumulasikan dengan dana yang akan diberikan pada tahun mendatang.

“Makanya pihak kelurahan dan kecamatan itu mendorong masyarakat untuk mengajukan sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Disediakannya dana hibah itu, lanjut dia, bukan semata mata memanjakan masyarakat, tapi ingin memberdayakan dan membangun kemandirian masyarakat. Semua sudah di plot di kelurahan, dan nanti keluarahan yang mengatur berapa besarannya, usulannya seperti apa, dan jadwalnya kapan.

“Karena, tiap RW itu kegiatannya pasti berbeda dan tidak mungkin serentak. Oleh karena itu, manfaatkanlah dana ini sebaik mungkin,” pungkasnya. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *