45 Ribu Warga KBB Jadi Korban Narkoba

WAJAH BARU: Pelantikan pengurus DPC Granat KBB di Gedung serbaguna deler Toyota Wijaya Jalan Cimareme, Sabtu (7/10/2017).

NGAMPRAH- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengantisipasi masuk dan menyebar luasnya peredaran narkoba di wilayah Bandung Barat. Dalam waktu dekat ini, akan membentuk satgas pencegahan narkoba yang di dalamnya dilibatkan semua stakeholder masyarakat.

“Nantinya satgas ini akan dikuatkan dalam peraturan bupati,” ujar Sekda Bandung Barat, Maman S Sunjaya yang juga Dewan Pembina Granat KBB disela acara pelantikan Granat KBB di Dealer Toyota Wijaya Jalan Cimareme, Sabtu (7/10/2017).

Maman mengaku prihatin dengan peredaran narkoba di Bandung Barat. Catatan pihaknya, saat ini terdapat 45 ribu masyarakat jadi korban ganasnya narkoba dari jumlah penduduk Bandung Barat sebanyak 1,6 juta jiwa.

“Jadi penanggulangannya bukan hanya oleh pemerintah daerah, Granat, Badan Narkotika Nasional (BNN) atau aparat penegak hukum, tapi semua stakeholder masyarakat,” tuturnya.

Dari angka 45 ribu korban narkoba di KBB sebanyak 13 persen usia SD, SMP 48 persen, SMA 38 persen, dan 12 persen perguruan tinggi. “Sebetulnya Bandung Barat hanya transit saja. Mereka yang jadi korban narkoba kebanyakan orang Bandung Barat, baik yang sekolah maupun kuliah di perguruan tinggi di Kota Cimahi dan Kota Bandung,” sebut Maman.

Maman berpandangan, pencegahan narkoba merupakan bagian dari ibadah. Bagimana tidak, sebutnya, berjuta generasi muda bisa terselamatkan dari bahaya narkoba. “Saya doakan masyarakat yang bergabung dengan Granat masuk surga,” tandasnya.

Sementara itu, sebanyak 48 pengurus DPC Granat KBB dilantik DPP Granat di Gedung Daeler Toyota Cimareme, Sabtu (7/10/ 2017). Pelantikan dikakukan oleh Ketua Umum  DPP Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat turut hadir Ketua Granat Jabar, H. Djoni Aluwi SH, Kepala Cabang PT Wijaya Lestari Padalarang (Wijaya Toyota), Wiwik Widianarko, Ketua KNPI KBB Lili Supriatna Hambali, unsur kepolisian, kejaksaan, pejabat Pemda Bandung Barat, dan juga tokoh masyarakat.

Ketua Granat KBB , Eman Sulaiman mengatakan, jika organisasi Granat merupakan organisasi yang bergerak dibidang sosial mandiri, dan terbuka. “Artinya, kami tidak membeda-bedakan asal usul suku, agama, golongan, dan ras,” ujarnya.

Tentunya, lanjut Eman, dalam AD RT Granat Pasal 3 menyebutkan, jika Granat mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap pencegahan peredaran gelap, penyalahgunaan narkoba serta penanggulangannya.

“Jadi, bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, akan tetapi tugas dan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, baik secara kelompok maupun perseorangan,” jelas salah satu tokoh pemekaran KBB yang tergabung dalam Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB) ini.

Kang Eman–sapaan akrabnya juga menyebutkan, jika organisasi Granat didirkan dengan tujuan menyelamatkan bangsa ini, khususnya generasi muda dari ancaman bahaya akibat peredaran gelap, dan penyalahgunaan narkoba. (wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *