AKB Itu Apa? Walkot Ajay Kumpulkan Pedagang

CIMAHI- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus melakukan berbagai langkah edukatif guna menghentikan penyebaran virus corona di wilayahnya.

Salah satu langkahnya berupa Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) terhadap 120 orang perwakilan komunitas pedagang dari 8 pasar tradisional yang ada di Kota Cimahi bertempat di Aula Gedung Cimahi Techno Park pada Senin (19/10/2020).

Walikota Cimahi, Ajay M Priatna saat sosialisasi adabtasi kebiasaan baru dengan mengumpulkan pedagang se-Kota Cimahi. ft istimewa.


Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, pimpinan paguyuban pasar tradisional se-Kota Cimahi dan dua orang narasumber kegiatan Lik Gayantini, selaku pendamping pasar juara Jawa Barat juga Rio Korio Utoro ahli bidang Multimedia Technology Engineering.

“Hari ini kami mengumpulkan para pedagang se Kota Cimah dalam hal mengantisipasi terus penyebaran pandemik ini karena ini belum berakhir,” ujar Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna ketika ditemui di sela-sela acara sosialisasi.

Ajay menyebutkan salah satu tempat yang terindikasi rentan penyebaran COVID-19 adalah pasar. “Pasar itu kan pusat kerumunan ketemu orang dan kegiatan dari mana saja. Untuk itulah, akhirnya mereka dikumpulkan,” katanya.

Ajay menilai, penerapan AKB melalui prinsip 4M (mencucui tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menaikkan immunitas tubuh) di pasar-pasar tradisional di Kota Cimahi sebenarnya sudah cukup baik, terutama dalam hal pemakaian masker.

Sejalan dengan itu, Ajay juga mengklaim bahwa jajaran pengelola pasar tradisional yang berada di bawah naungan Pemkot Cimahi sudah menyediakan berbagai fasilitas penunjang AKB secara memadai. Namun demikian, ia mengakui cukup sulit untuk menjaga jarak karena pasar merupakan tempat orang-orang biasa berkerumun.

Untuk itulah, ia menilai bahwa upaya untuk menaikkan imunitas tubuh merupakan langkah yang terpenting demi mengurangi potensi penularan Covid-19 di kalangan para pedagang pasar.

“Kalau tempat cuci tangan, di pasar-pasar yang kita punya itu hampir semua ada. Seperti misalnya di pasar atas baru itu dalam memenuhi protocol kesehatan standadrnya sudah bagus lah. Hand sanitizer itu sudah semakin sadar, memakai masker sudah banyak. Tinggal kerumunan aja yang masih agak susah yah kalau di pasar,” katanya.

Diakui Ajay, kegiatan sosialisasi terkait AKB dan upaya pencegahan penularan covid-19 ini sudah berkali-kali dilakukan oleh Pemkot Cimahi.

Namun demikian, pihaknya berjanji bahwa Pemkot Cimahi tidak akan lelah untuk terus memberikan edukasi dan peningkatan pemahaman kepada masyarakat demi percepatan penanggulangan pandemiK COVID- 19 di Kota Cimahi.

“Jadi ini akan terus kita gembar-gemborkan, karena masih banyak yang suka bertanya-tanya, AKB itu apa? Makanya terus kita adakan sosialisasi,” pungkasnya. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *