Pariwisata

Akses Pariwisata Perlu Pelebaran Jalan

INFRASTRUKTUR: Antrean kendaraan menuju objek wisata di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung setiap akhir pekan.

SOREANG – Pariwisata Kabupaten Bandung makin menggeliat pasca diresmikannnya Tol Soroja oleh Presiden RI Jokowi pada Senin (4/12/2018 ) lalu. Beroperasinya Jalan Tol Soreang-Pasirkoja, Pemda Bandung menargetkan 5,3 juta kunjungan wisata pada tahun 2018. Namun, hal tersebut perlu dukungan infrastruktur lainnya seperti pelebaran jalan dari Soreang menuju Ciwidey dan Rancabali.

“Meningkatnya kunjungan wisata berarti menaikan taraf ekonomi masyarakat. Utamanya di wilayah selatan seperti Ciwidey, Rancabali dan sekitarnya akan menggeliat. Jadi Kabupaten Bandung harus segera bersolek untuk menerima kunjungan wisatawan,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Yayat Hidayat kepada wartawan, Kamis (4/1/2018).

Yayat menyebut, pihaknya dengan eksekutif termasuk OPD-OPD yang ada di Kabupaten Bandung telah mempersiapkan sebaik mungkin penataannya. “Kita mulai dari hotel-hotel, restoran, kerjasama juga dengan Perhutani dan PTPN VIII mengenai akses wisata yang harus ditata jauh lebih bagus dari sebelumnya,” tandasnya.

Untuk menyokong perubahan tata kelola pariwisata yang lebih baik, Yayat mengaku, DPRD Kabupaten Bandung telah mengesahakan APBD murni kabupaten Bandung tahun anggaran 2018 sebesar Rp5,2 triliun. “Kenaikan anggaran itu cukup signifikan, karena tahun 2017 sebesar Rp4,9 triliun,” katanya.

Menurutnya, sudah banyak OPD yang mengalokasikan dananya untuk perbaikan sarana prasarana di Kabupaten Bandung, utamanya di sektor pariwisata pasca diresmikannya tol Soroja. “Dalam hal ini banyak SKPD atau OPD yang siap melakukan pengembangan-pengembangan atau menyambut jalan baru (Tol Soroja). Selain itu, kita juga telah miminta pemerintah untuk memberikan pelatihan-pelatihan bagi UKM. Pembinaan itu supaya taraf ekonomi UKM lebih baik,” ucapnya.

Yayat menambahkan, legislatif mendorong eksekutif untuk bisa menaikan PAD di sektor pariwisata meski lokasi wisata bukan milik Pemda. Namun, dengan kenaikan kunjungan wisata tentunya akan menambah berdirinya hotel dan restoran, sehingga akan meningkatkan pajak.

“Menggeliatnya pariwisata perlu dukungan pemerintah provinsi soal pelebaran jalan menuju akses lokasi wisata. Karena jalan tersebut milik provinsi, sehingga pelebaran jalan sangat perlu sekali,” pungkasnya. (jal)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

To Top