SINDANGKERTA– Reuni atau temu kangen dan musyawarah kubro para alumni Pesantren Babussalam yang tergabung dalam wadah organisasi IKTASABA ( Ikatan Alumni dan Santri Babussalam) di Sindangkerta Kab. Bandung Barat, setidaknya hadir tidak kurang dari 100 peserta, Selasa (17/12/2019).

Acara dengan mengambil tema “Membangkitkan Semangat Baru Khidmat Alumni dan Santri untuk Kemajuan Ponpes Babussalam” dihadiri alumni dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat yang rata-rata mereka itu sudah menjadi tokoh-tokoh penting di daerahnya masing-masing.

“Terima kasih kepada semuanya yang telah hadir, semoga dengan acara ini semakin terjalin silaturrahmi dan komunikasi yang baik khususnya diantara para alumni pesantren ini. Saya yakin guru kita semua sebagai pendiri pesantren ini yaitu al-maghfur lah KH.M. Zainul Akhyar menyaksikan dari alam sana aktifitas kita-kita, dan semoga kita mendapatkan berkah-nya” ujar KH Hilaman Farid saat memberikan sambutan atas nama Keluarga Besar Pesantren Babussalam yang disampaikan.

Hilman menceritakan, historis berdirinya IKTASABA. Menurutnya, organisasi ini bukan main-main karena didirikan langsung oleh al-maghfur KH.M. Zainul Akhyar. “Artinya jika kita menghidupkan memajukan organisasi ini, maka berarti kita melaksanakan washiatnya,” sebut Hilman.

Pada moment ini juga diadakan musyawarah kubro. Yaitu mmusyawarah tertinggi pada organisasi IKTASABA untuk memilih pergantian pengurus, dan disepakati melalui formatur yang dipimpin KH. Cecep Suryana. Ketua terpilih adalah KH.Oding Muqtadir, SH untuk periode 2019-2024 menggantikan ketua sebelumnya KH. Dr. Darojat Marzuqi, MA.

Selanjutnya Ketua terpilih KH.Oding Muqtadir, SH menyampaikan jika program unggulan untuk 5 tahun ke depan adalah mendata ulang para alumni dan membantu Pesantren Babussalam membangun gedung 2 lantai berukuran 200 m2 untuk ruang pertemuan dan pengajian. “Kita harus optimis pembangunan ini bisa terwujud dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, asalkan kita semua kompak bergotong royong, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” tegasnya. Terkait dengan rencana pembangunan tersebut panitia berinisiatif melakukan lelang, dan saat itu juga terkumpul dana sekitar Rp 50 juta

Perlu diketahui, bahwa Pesantren Babussalam Sindangkerta bisa disebut pesantren besar yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Alumninya tersebar di seluruh Jawa Barat. Pesantren ini dikenal sebagai pesantren hadits, karena setiap tahun dipelajari kitab shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang biasa disebut pasaran atau kilatan dimulai dari tanggal 20 Rabi’ Tsani selama kurang lebih 40 hari. Pesertanya datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat khususnya bahkan ada dari luar provinsi Jawa Barat seperti Sumatera, Banten dan Jawa Tengah. (***)

editor Muhamad Bowie

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *