Anggaran untuk Ribuan Posyandu di KBB Sudah Miliaran Rupiah

SOSIALISASI: Rakerfs Pokjanal se-KBB di Gedung LPMP Jawa Barat Jalan Raya Batujajar-Cimareme, Kamis (29/3/2018).

BATUJAJAR- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KBB Wandiana mengatakan, bentuk dukungan pemerintah untuk Posyandu berupa regulasi hingga anggaran. Pemkab Bandung Barat telah menggelontorkan anggaran untuk Posyandu tersebut miliaran rupiah.

Sementara terkait Rakerda kali ini, kata Wandiana pihaknya mengundang seluruh Pokjanal tingkat kecamatan, Pokja tingkat desa serta unsur lainnya sebanyak 250 orang. Bertindak sebagai nara sumber salah satunya Plh Sekretaris Daerah (Sekda) KBB Aseng Djunaedi. “Kita bahas program yang akan datang dan evaluasi yang lalu. Kalau sudah bagus, kita tingkatkan. Kalau ada kekurangan harus kita perbaiki,” katanya.

Kabupaten Bandung Barat (KBB) manargetkan 2.261 Posyandu yang tersebar di 16 kecamatan, meliputi165 desa masuk pos yandu mandiri. Saat ini baru sekitar 900-an Posyandu yang telah masuk kriteria mandiri. Selebihnya, masih tergolong Posyandu Pratama, Madya dan Permana.

“Itu target kita yang harus dikejar, agar semua Posyandu di KBB tergolong dalam kriteria mandiri. Masih banyak yang harus kita lakukan, agar semua target itu tercapai,” hal itu diungkapkan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) KBB Asep Ilyas, disela-sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) se-KBB di Gedung LPMP Jawa Barat Jalan Raya Batujajar-Cimareme, Kamis (29/3/18).

Meski demikian, lanjut Asep Posyandu KBB telah mengalami kemajuan yang signifikan. Bahkan diantaranya, ada beberapa Posyandu Mandiri KBB yang telah menyabet gelar juara di tingkat Propinsi Jawa Barat dan nasional.salah satunya, Posyandu Mutiara di Kecamatan Lembang yang menjadi juara nasional pada tahun 2017.” jelasnya

Asep menambahkan, Untuk mengejar target menjadi Posyandu Mandiri tersebut semua stackeholder harus bekerjasama mewujudkannya. Ditegaskannya, keberhasilan Posyandu Mandiri, hingga menghantakan KBB menjadi harum di tingkat regional dan nasionalpun merupakan hasil kerjasama yang baik antara pemerintah, dunia swasta dan seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui Rakerda inipun, kita berikan motivasi pada Pokjanal agar bisa meningkatkan kinerjanya. Maksud dan tujuan Rakerda inipun sebagai agenda evaluasi program yang lalu dan menyusun program yang akan datang,” ucapnya.

Iapun mengungkapkan, peranan Posyandu kekinian tidak lagi hanya sebatas persoalan pelayanan dasar dalam peningkatan kesehatan ibu hamil dan balita saja. Namun peranannya telah multifungsi dengan program bina keluarga, bina remaja dan bina lanjut usia (lansia). Karena peranan Posyandu saat ini lebih meluas lagi, yang pada titik utamanya sebagai media untuk memberdayakan masyarakat secara optimal. Pada intinya Posyandu ini dari masyarakat dan oleh masyarakat. Pemerintah dan dunia swasta sifatnya memberikan dukungan dan penguatan saja,” jekasnya.(adv)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *