Anggota Dewan PDIP Ini Pertanyakan PBB Naik Drastis di Cimahi

CIMAHI-Anggota DPRD Kota Cimahi Fraksi PDIP, Purwanto kecewa kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang naik drastis di Kota Cimahi.

Purwanto menyebutkan, kenaikan PBB itu hampir 200 persen yang tentunya memberatkan masyarakat. Bahkan dia mengatakan, sebagai anggota dewan, dirinya juga mendapat aduan dari RT dan RW di tempat tinggalnya yang mengeluhkan serupa. “Tadi juga pak rt dan rw datang ke saya mengadukan kenaikan PBB yang sangat besar,” katanya, Selasa (24/4/2018).

Sebagai contoh, di SPPT tanah dan bangun luas 57 m miliknya, tagihannya Rp 95.618 ada tunggakkan di tahun 2012-2013 Rp 424.432 “Jadi Jumlah Pajak yang harus di bayar 2018 Rp 520050.

“Yang satu lagi luas tanah dan bangunnan 100 m2 awalnya Rp 182.820 ada tunggakkan di tahun 2012-2013
Rp 705.492 dan jumlah yang harus dibayar di tahun 2018 Rp 888.312,” katanya.

Masalah itu pun Purwanto langsung mengontak Dinas Pendapatan Kota Cimahi. Menurut Purwanto, penjelasan dari Dispenda Kota Cimahi terlalu berbelit-belit dan tidak logis. “Masa tunggakan PBB di tahun 2012-2013 harus dibayarkan pada 2018. Padahal saya taat membayar pajak tiap tahunnya dan kenapa ditagihkan 2018. Kemanakan uang rakyat dari pajak selama ini,” tuturnya.

Kadis Penda juga, kata Purwanto, mengaku kenaikan PBB di Cimahi belum menyosialisasikan kepada masyarakat yang menyulut protes keras dari masyarakat. “Tapi janji akan menyosialisasikan segera. Jika memang yang taat pajak bisa menunjukkan bukti pembayarannya nanti bisa dilakukan pemutihan oleh dispenda,” sebutnya. Kendati begitu, Purwanto mempertanyakan uang rakyat dari PBB yang ada di tahun 2012-2013 dikemanakan. (wie)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *