ParongpongPolitikRagam Terkini

Anggota DPR RI Rian Firmansyah Bagi-bagi Smartphone Samsung Galaxy Tab A 8.0.

CISARUA– Siswa SD hingga SMA kurang mampu di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapatkan bantuan puluhan Smartphone Samsung Galaxy Tab A 8.0.

Smartphone merupakan pemberian Anggota DPR RI, Rian Firmansyah. Tak hanya itu, politisi Nasdem ini memberikan paket data selama enam bulan kepada siswa kurang mampu di KBB dan Kabupaten Bandung.

Rian mengatakan, bantuan sebagai wujud kepedulian untuk mengurangi kesenjangan perangkat digital di kalangan siswa. “Keterbatasan akses internet, gawai dan biaya pembelian data menjadi persoalan bagi sebagian siswa di daerah, khususnya bagi mereka dari kalangan kurang mampu dan pedalaman,” ujar Rian dalam reses bersama Forum OSIS KBB di Cisarua, Senin (3/8/2020).

Rian pun mengaku terpanggil untuk memberikan bantuan smartphone dan paket data internet selama enam bulan kepada siswa-siswa kurang mampu di daerah pemilihannya. “Itu selaras dengan kebijakan DPP Partai NasDem yang selama ini aktif dan konsisten untuk mendorong seluruh kader dan fungsionaris Partai NasDem dalam gerakan berbagi smartpohone untuk anak Indonesia” kata Anggota Komisi X DPR RI ini.

Penyerahan bantuan secara simbolik dihadiri oleh siswa penerima bantuan, di antaranya Azkia Khoirunnisa Annasrul Putri yang merupakan siswi SDN 2 Cisandawut dan siswi dari MTS Muslimin Cipeundey, Amanda Hikmatul Fajriyah.

Penyerahan bantuan tersebut dibarengi dengan diskusi seputar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dihadiri oleh perwakilan pelajar dan Forum OSIS di KBB. “Tentu saja saya perlu masukan dan usulan dari adik-adik pelajar agar aspirasinya dapat saya sampaikan dalam rapat-rapat bersama Kemendikbud di Komisi X,” kata Rian.

Dalam kesempatan tersebut, Rian mengakui, sistem pembelajaran jarak jauh ini dapat melatih kesiapan siswa untuk lebih merdeka dalam belajar, baik guru maupun siswa dapat beradaptasi dengan teknologi semakin cepat.

“Namun tanpa dibarengi dengan ketersediaan perangkat gawai dan internet, yang terjadi adalah frustasi di kalangan yang memiliki keterbatasan sarana PJJ. Karena itulah, kita perlu mengurangi kesenjangan digital ini agar tidak memicu ketimpangan sosial yang berdampak pada kualitas pembelajaran siswa,” imbuhnya.

Soal itu, Rian berpesan agar tetap bijak dalam memanfaatkan gawai, karena bagaimanapun, gawai bisa menjerumuskan anak-anak ke ranah sikap negatif. “PJJ harus di imbangi dengan kegiatan-kegiatan yang menuntut terlatih aspek psikomotorik maupun aktivitas yang bervariasi. Sehingga anak-anak mendapatkan pengalaman yang lebih beragam di luar gawai dan siswa tidak kecanduan gawai diluar daripada fungsinya sebagai media pembelajaran,” tandas Rian. ***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close