Anggota DPRD KBB Ini Jadi Korban Bau Busuk Limbah PT Ultra Jaya

Warga sekitar pabrik PT Ultra Jaya saat unjuk rasa lanjutan imbas bau busuk dari pengolahan limbah pabrik pengolahan susu ini.

PADALARANG-Anggota DPRD KBB, Fraksi PPP, M Dartiwa mengaku, menjadi salah satu yang terkena imbas limbah bau busuk PT Ultra Jaya. Bagaimana tidak, tempat tinggalnya, jaraknya tidak jauh dari PT Ultara Jaya di Jalan Raya Gadobangkong.

“Bahkan sekarang bau busuk limbah PT Ultra Jaya sampe ke masyarakat di Perimahan Permata Cimahi,” ujar Iwok–sapaan akrabnya, Senin (25/9/2017).

Masalah itu pun, dirinya bersama rekan dari Komisi III DPRD KBB juga Dinas Lingkungan Hidup KBB, melakukan inpeksi mendadak ke lokasi pembuangan limbah milik PT Ultara Jaya. Setelah di cek bersama dinas lingkungan hidup, dan memang ada alat pengolahan limbah yang rusak. “Tapi kenapa alat jet airlator katanya sudah diganti oleh PT Ultra Jaya, namun bau busuknya makin menyengat,” sebutnya.

Imbas bau busuk limbah PT Ultra Jaya itu, ratusan warga Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat kembali berunjuk rasa di depan pabrik PT Ultra Jaya di Jalan Raya Gadobangkong No 131, Senin (25/9/2017) pagi.

Aksi ini merupakan demo lanjutan karena sebelumnya aksi yang sama tapi tidak dihiraukan pihak perusahaan. Warga berunjuk rasa lantaran bau limbah masih tercium. Bahkan lebih bau jika disbanding sebelumnya, sehingga menganggu ketenangan warga setempat.

“Ini adalah aksi lanjutan dari aksi demo sebelumnya karena warga tidak nyaman dengan bau limbah yang masih terus menyengat,” tutur salah seorang koordinator aksi Iwan Abdurohman, 35, Warga Kampung Bunisari, RT 02/11, Desa Gadobangkong.

Dia mengatakan, dampak bau limbah ini dirasakan oleh warga yang tinggal di RW 5, 6, 8, 11, dan 12. Padahal pada pertemuan dengan perwakilan warga sebelumnya, pihak perusahaan berjanji bahwa bau limbah tidak akan tercium lagi. Namun, fakta di lapangan baunya masih tercium bahkan lebih menyengat dari sebelumnya.

Salah seorang warga David, 40, menyebutkan, bau limbah itu tercium sangat jelas sekitar pukul 06.00 WIB, pukul 12.00 WIB, pukul 18.00 WIB, dan pukul 21.00 WIB. Dirinya menduga pihak perusahaan tidak serius dalam menanggulangi persoalan limbah ini sehingga masalah yang sudah berlangsung puluhan tahun itu tidak pernah tuntas.

Selain berorasi, warga juga membawa puluhan poster yang berisikan tuntutan kepada pihak perusahaan. Sejumlah kendaraan pengangkut susu dan bahan baku lainnya yang akan masuk ke pabrik ini pun terpaksa memutar balik karena pintu gerbang perusahaan yang diblokir oleh warga.(wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *