Angka Pengangguran di KBB Tembus 91.557 Jiwa

Gambar ilustrasi internet.

NGAMPRAH— Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bandung Barat mencatat, penganguran di KBB mencapai 91.557 jiwa. Angka itu terdiri dari 66.128 pria dan 25.429 perempuan.

Angkatan kerja di Bandung Barat tingkat sekolah menengah sampai dengan perguruan tinggi di tahun 2020 terdapat 246.757 jiwa.

Pegiat Sosial Media, Pandu Muhammad mengungkapkan, banyaknya penganguran dan angkatan kerja di Bandung Barat diharapkan pemerintah Kabupaten Bandung Barat tidak terfokus pada angka-angka saja.

Namun bagaimana pemerintah menjadi jembatan bagi masyarakat dengan menyediakan lapangan kerja baru, apalagi dalam program prioritas Bupati di tahun 2019-2023 akan ada penambahan 10.000 lapangan kerja baru .

“Dalam upaya membuka lapangan kerja baru Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga harus menyiapkan strategi jitu agar pengusaha mau berinvestasi di Bandung Barat. Sebab dalam masa pandemi Covid-19 dipastikan keuangan perusahaan sedang dalam masa sulit,” katanya.

Apalagi kenaikan Upah Minimum Kerja (UMK) sudah ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil lewat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.774-Yanbangsos/2020 Tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di daerah Provinsi Jawa Barat, Keputusan tersebut berlaku pada 1 Januari 2021.

“Kenaikan UMK pada situasi Covid19, lanjut Pandu, banyak dikeluhkan oleh para pengusaha bahkan kenaikan UMK ini bisa membuat cost perusahaan bertambah dan salah satu cara perusahaan tidak membengkak dalam cost adalah mengurangi jumlah tenaga kerja atau PHK karena kondisi ekonomi yang belum pulih,” tandasnya.***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *