Politik

Angka Prevalensi Stunting di KBB  Nyaris Kategori  Merah

RAGAM DAERAH–Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021 angka prevalensi stunting di Kabupaten Bandung Barat (KBB) berkisar 29,6 persen nyaris kategori  merah.  Artinya, KBB hampir masuk kategori tinggi dalam permasahalan stunting.

“Tentunya ini jadi kabar kurang baik. Harus jadi alarm bagi Pemda KBB untuk mengambil langkah percepatan penanganannya. Ini harus disikapi secara serius,” ujar Anggota DPRD Jawa Barat, Edi Rusyandi belum lama ini.

Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Barat ini menyebutkan, ada langkah terorganisir stakeholder terkait dan juga pelibatan tokoh masyarakat dalam memberikan informasi dan penyadaran kepada masyarakat luas.

Setiap Keluarga harus memahami betapa pentingnya menjaga pertumbuhan balita kita terutama pada periode emas atau goalden age, yakni 1000 hari pertama kehidupan bayi.

“Di sinilah peran keluarga bagaimana misalnya memperhatikan asupan nutrisi bagi ibu hamil, ASI eksklusif, MPASI, dan juga pola asuh yang baik untuk anak,” tuturnya.

Keluarga Sebagai Ketahanan Nasional

Keluarga merupakan cerminan dari kondisi sebuah masyarakat dan bangsa. Sebagai unit sosial terkecil dalam mewujudkan ketahanan nasional.

“Jika keluarganya baik, sehat dan sejahtera, maka masyarakat dan bangsanya juga sehat bahagia dan sejahtera. Demikian pula baliknya,” ujar Anggota DPRD Jawa Barat, Edi Rusyandi kemarin.

Menurut Edi, keluarga merupakan fondasi awal dalam membangun tatanan bangsa. Madrasah pertama dan utama dalam membangun karakter dan tumbuh kembang anak.

“Inilah arti penting keluarga. Mari kita jaga, lindungi dan ciptakan suasana keluarga dengan nilai nilai positif di tengah tantangan zaman yang luar biasa hari ini, seperti penyebaran narkoba, pornografi, kekerasan serta informasi negatif lainnya yang mempengaruhi perkembangan anak terutama melalui media digital. Keluarga harus menjadi benteng terdepan dalam menangkalnya,” jelas Edi.

Langkah mengkal yang epektif adalah melalui teladan dan pendidikan yang baik. “Kita sebagai orang tua, baik sebagai ayah dan ibu, semaksimal mungkin berupaya memberikan contoh yang baik, dalam kata maupun prilaku. Apa yang dilihat dan didengar oleh mereka dari kita, itu akan jadi contoh bagi anak anak kita. Karena anak anak itu peniru yang ulung,” ungkapnya.

“Pendidikan agama juga disini sangat penting ditanamkan sejak dini sebagai sumber membangun karakter dan kepribadian anak. Jika nilai nilai agama ditanamkan sejak dini, inshaalloh akan manakala dewasa mereka sudah terbiasa,” tambah Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat ini.

Sesuai dengan tema hari keluarga nasional tahun ini, yaitu “Ayo Cegah Stunting, agar Keluarga Bebas Stunting” lanjut Edi, maka ini harus menjadi momentum dan komitmen kita bersama mengoptomalkan peran keluarga dalam mempercepat pencegahan stunting di negara kita, terutama Kabupaten Bandung Barat. ***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top