Anteran BLT UMKM Membludak di Dinas, Bupati Diminta Evaluasi Kerja Kadisnya

NGAMPRAH– Pendaftar bantuan langsung tunai usaha mikro, kecil dan menengah (BLT UMKM) gelombang dua membludak, disesalkan oleh pendiri Kabupaten Bandung Barat, Asep Suhardi.

Ema-ema rela antre hingga berjubel demi mendapatkan BLT UMKM di dinas UMKM KBB. ft istimewa



Menurut Ado– sapaan akrabnya, untuk pendaftaran UMKM harusnya dinas UMKM KBB bekerja sama dengan pemerintahan kecamatan atau lembaga lembaga yang kredibel untuk menghindari krumunan orang dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Dengan begitu mudah memperpendek jarak sehingga bisa mengurangi biaya transportasi,” kata Ado, Jumat (23/10/2020).

Dinas UMKM juga sebut Ado, harus berinopasi untuk mempermudah masyarakat yang sedang membutuhkan. “Yang terjadi sekarang selain jarak jauh berbagai sayarat harus di lengkapi di acc juga belum tentu,” ungkapnya.

Ado juga menyebutkan, masih melihat ada beberapa dinas di KBB yang pelayanan kepada masyarakat sangat kaku, sebaiknya bupati segera evaluasi para kepala dinas yang kurang sigap dalam mengatasi situasi sulit seperti sekarang ini.

Seperti diberitakan, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM KBB, Wewen Sarwenda terpaksa harus naik kursi dan teriak-teriak menghalau pada ema-ema agar jaga jarak.

Pendaftar bantuan langsung tunai usaha mikro, kecil dan menengah (BLT UMKM) gelombang dua membludak hingga pihak Dinas UMKM Bandung Barat kewalahan melayaninya.

Pihak dinas menerima pendaftaran di teras lantai satu Gedung A Komplek Perkantoran KBB-Ngamprah, Kamis (22/10/2020). ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *