Bagaimana Tidak Rusak Terus, Perbaikan Jalan di KBB Dicicil

foto istimewa
PROTES: Warga Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar,KBB terpaksa menanami pohon pisang di jalan berlubang sebagai bentuk protes.

PADALARANG-Menyelesaikan pekerjaan rumah untuk memperbaiki insfrastruktur jalan di Bandung Barat, Plt Bupati Bandung Barat mengambil contoh dari Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta.

Yayat mengatakan, Gunung Kidul berani mengambil trobosan mengatasi masalah sosial dengan membangun infrstruktur jalan. “Dulu diberita-berita sering memberitakan soal kelaparan di Gunung Kidul. Tapi pemerintah setempat berani mengambil terobosan dengan menghabiskan agaran hanya untuk menyelesaikan jalan, dan hasilnya luar biasa nyaris tidak terdengar soal berita kelaparan itu,” kata Yayat saat bimbingan teknis yang difasilitasi oleh Dinas Pemerdayaan Masyarakat Desa (DPMD) KBB dengan para kades se-KBB di Lembang baru-baru ini.

Yayat mengaku hanya bisa membayangkan perbaikan infrastruktur jalan di Bandung Barat mencontoh Kabupaten Gunung Kidul menghabiskan anggaran hanya untuk perbaikan jalan rusak. “Kebiasaan di KBB jalan yang rusak dari 250 kilo meter tapi yang hanya diperbaiki hanya 50 kilo meter dengan anggaran dikisaran Rp100-150 miliar,” sebut Yayat.

Perbaikan jalan tidak menyeluruh, sebut Yayat, menjadi penyebab banyaknya jalan di KBB yang rusak. “Tahun pertama perbaikan 50 Km, kedua 50 Km, ketiga 50 km, dan seterusnya. Jadi kita menyelesaikan 50 km dengan anggaran Rp 150 miliar kita sudah mempunyai jalan jelek banyak lagi, ya teu aya tungtungna (jadi tidak ada ujungnya, red),” jelas Yayat.

Kuncinya adalah Pemerin Bandung Barat harus melakukan terobosan dengan menghabiskan anggaran hanya untuk memperbaiki jalan. “Kalau kita hanya melakukan terobosan biasa-biasa saja hasilnya tidak akan maksimal, ya harus berani melakukan yang luar biasa,” katanya.

Kendati begitu, terobosan yang diluar dugaan itu, sebut Yayat, bukan perkara mudah, yang harus juga berurusan dengan permasalah hukum. “Nah ini tantangan, tapi jangan khawatir melalui peraturan pemerintah saat ini memberikan jaminan yang namanya inovasi dan kreativitas tidak boleh menjadi pidana,” tuturnya.

Yayat mengaku tidak akan habis pikir jika nantinya inovasi dan kreativitas berujung kepada pidana karena ada kerugian negara, berimbas pada kreativitas dan inovasi pemimpin yang enggan melakukan terobosan tersebut.

“Tapi tahun ini sudah ada yang menjamin kebijakan pemerintah soal inovasi dan kreativitas tidak boleh dibawa ke ranah pidana,” tandasnya. (wie)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *