Balbup Gerindra Ini Gembleng Petani Bawang Merah

PROGRAM: Balbup KBB dari Partai Gerindra, Duddy R Dewayana menjadi asesor uji kompetansi produsen benih bawang merah yang diselenggarakan Kementerian Pertanian di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Kamis (9/11/2017).

LEMBANG-Program sertifikasi bagi petani sangat penting untuk bersaing dengan tanaga asing yang mulai mengusasi pasar global. Hal tersebut dikatakan Bakal Calon Bupati KBB dari Partai Gerindra, Duddy R Dewayana ketika menjadi Asesor Program Sertifikasi Kementerian Pertanian bagi petani penangkar bawang merah di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (9/11/2017).

Duddy mengatakan, program sertifikasi sangatlah penting bagi petani. Setidaknya, kata Duddy, ada pengakuan dari pemerintah jika petani yang sudah mengantongi sertifikasi, petani tersebut sudah terlatih. “Ya kalo mau jadi penangkar ya harus bersertifikat, itu menandakan jika petani tersebut berkualitas,” katanya.

Sementara itu, sejumlah petani bawang merah dari seluruh Indonesia, mengikuti uji kopetensi produsen benih bawang merah, oleh asesor dari Lembaga Sertifikasi Propesi (LSP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BLPP) Lembang.

Ir. Susilo Budiono, koordinator Asesor mengungkapkan, untuk mengahadapi era masayarakat ekonomi Asean, profesi penangkar benih bawang merah harus di akui keahliannya oleh pemerintah, melalui diberikannya sertifikat hasil uji kopetensi yang diuji oleh asesor dari kementerian.

Menurutnya, sertifikasi tersebut wajib dimiliki oleh produsen benih bawang merah. Karena produsen yang benar-benar mampu untuk menseleksi benih yang baik dan berkuaitas.

“Inikan sudah zamannya perdagangan bebas, nah kita memberikan pengakuan kepada para petani penangkar benih bawang merah, agar dapat bersing juga dengan para pridusen benih dari luar negeri,” paparnya.

Ir. Nurul Farida, dari Lembaga Sertifikasi Pertanian (LSP) menambahkan, adanya tenaga kerja yang kompeten masuk ke Indonesia sudah tidak lagi dapat dibendung, oleh karena itu dengan sertifikasi memprotek tenaga kerja Indonesia agar diakui oleh dunia Internasional.

“Dengan sertifikasi dimaksudkan untuk mempersipakan persingan bahwa tenaga kerja harus punya kopetensi,” jelasnya.

Rasma petani bawang merah asal Cirebon mengakui dengan adanya sertifikasi penangkar benih bawang merah merupakan langkah postif dalam persaingan dengan negara asing.

“Bagus dong, karena pemerintah tidak sembarangan dalam menunjuk produsen benih bawang merah, sehingga bagi yang telah bersertifikat berarti sudah dapat bersaing dengan produsen benih lain dari luar negeri” ujar petani bawang merah yang sudah bergelut selama 15 tahun itu. (wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *