CimahiPemerintahanRagam Terkini

Bangun Jalan dan Jembatan Habiskan Anggaran Rp 65,7 miliar

INFRASTRUKTUR: Pembangunan infrastruktur di Cimahi seperti jalan dan jembatan menghabiskan anggaran Rp 65,7 miliar.

CIMAHI – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 65,7miliar, untuk pembangunan rehabilitasi jalan dan jembatan di Kota Cimahi pada tahun 2017.

Namun, dengan anggaran sebesar itu, ada sejumlah proyek pembangunan yang masih belum selesai meski, ditargetkan pada 30 Desember 2017.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Cimahi, Ainul Yakin, menyebutkan, anggaran sebesar itu dibutuhkan untuk melakukan 40 paket pengerjaan rehabilitasi jalan kota dan jembatan, dengan sistem paket lelang 25 paket pengerjaan dan penunjukan langsung 15 paket pengerjaan.

Untuk tiga lokasi, yakni Melong Asih, Mahar Martanegara, dan Kerkoff, pengerjaannya menggunakan dana yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK), sedangkan sisanya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Dari DAK sebesar Rp 18 miliar untuk tiga lokasi, selebihnya dari APBD untuk di sisa lokasi,” terang Ainul, Minggu (25/12/2017).

Sementara itu, sejumlah proyek yang menjadi pekerjaan rumah Dinas PU dan kemungkinan besar tidak akan rampung di tahun 2017 ini diantaranya, rehabilitasi jalan lingkungan, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Flyover Padasuka, dan Pasar Atas Barokah.

Menurutnya dia, faktor yang menjadi hambatan dalam penyelesaian proyek JPO di Jalan Mintaredja adalah, dua kali lelang untuk pengerjaan. Sehingga, menyebabkan mundurnya waktu pelaksanaan fisik yang mepet di akhir tahun 2017 ini.

Selain itu, karena JPO tersebut dibangun menggunakan teknologi terbaru, tentunya tingkat kesulitan pengerjaanya cukup tinggi. Sehingga harus betul-betul selesai agar, tidak merugikan semua pihak.

“Saya harap pengembang bisa menyelesaikan sebelum tanggal habis kontrak 30 desember 2017,” ungkapnya.

Dia menambakan, batas akhir kontrak untuk pemeliharaan jalan lingkungan dengan sistem proyek penujukan langsung itu pada tanggal 28 Desember. Hal tersebut membuat pihaknya ragu dalam penyelesaian terlebih, dengan waktu yang hanya tinggal beberapa hari lagi.

Namun, kata dia, jika melihat pengerjaannya saat ini sudah 90 persen. Sudah tahap opname lapangan Provisianal Hand Over (PHO) atau serah terima pengerjaan oleh Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP).

“Selanjutnya masuk ke tahapan berita acara serah terima. Dengan begitu kita tetap harapkan semua pembangunan selesai di akhir tahun,” pungkasnya. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close