Kota BandungPolitikRagam Terkini

Bansos Covid 19 Gubernur Jabar Rugikan Nasib Petani

BANDUNG– Wabah pandemi covid 19 bukan hanya sebagai ancaman kesehatan manusia, namun juga telah menyerang sendi-sendi kehidupan ekonomi sosial masyarakat. Termasuk di dalamnya para petani di Jawa Barat.

Sayangnya, kondisi ini tidak mendapatkan perhatian serius pemerintah provinsi Jawa Barat.

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Jawa Barat Tatang Suhara menyikapi carut marutnya program bantuan sosial pemprov Jabar.

“Skema bansos itu harusnya direncanakan dengan baik. diimplementasikan secara komprehensif untuk mengatasi masalah yang dihadapi warga yang terdampak covid 19. Termasuk didalamnya adalah nasib para petani,” kata Tatang.

Dari program yang dijalankan Pemprov Jabar dalam menangani covid 19 sama sekali tidak berpihak bagi para petani.

“Buktinya kan skemanya non tunai berupa sembako dari pabrikan. Jelas yang diuntungkannya pengusaha. Sementara produksi pangan petani tidak diperhatikan,” ungkapnya.

Dirinya meminta Gubernur Ridwan Kamil bukan hanya banyak akselerasi dan retorika di media sosial, tapi juga turun ke pelosok sentra pertanian agar mengetahui nasib para petani di lapangan.

Menurut Tatang, bagaimana para petani tidak memprihatinkan, dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) otomatis permintaan dan distribusi hasil pertanian pun menjadi merosot. Bahkan tidak sedikit dibiarkan busuk karena pendapatan dan beban operasionalnya tidak terkejar.

“Bagaimana tidak busuk kalau dijual juga rugi. Gubernur kita ini kok asyiknya pustang posting tampil di media, ngejar pujian dari luar, tapi nasib rakyatnya dibawah merana. Ironi sekali,” ujar Tatang.

Padahal, dalam kondisi wabah seperti ini alangkah lebih baik Gubernur mendorong warga masyarakat mengkonsumsi pangan lokal dan itu jauh lebih sehat daripada barang pabrikan.

“Ini kan secara teori jadi gak nyambung gubernur kita ini. Masyarakat supaya sehat dan punya daya tahan. Sementara dipasok makanan instan yang tidak bergizi dari pabrikan. Beda ceritanya jika komsumsi sayuran hasil kerja petani kita. Rakyat sehat, petani juga terbantu,” beber Tatang.

Maka dari itu, Tatang pun sepakat adanya desakan skema bansos Pemprov Jabar itu dilaksanakan seluruhnya tunai agar turut membantu perekonomian masyarakat termasuk para petani di dalamnya. ***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close