Banyak Jembatan Rusak, Ketua Dewan Sebut Pemkab Bandung Barat Kudu Responsif

AMBRUK: Beginilah kondisi Jembatan Pabuaran yang menghubungkan Kampung Pabuaran dengan Kampung Bonceret RT 06 RW 10 Desa Rancapanggung Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang nyaris ambruk. PUPR siapkan anggaran Rp 2,3 miliar untuk perbaikannya.

NGAMPRAH- Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menilai, Pemkab Bandung Barat kurang responsif terhadap kondisi jembatan yang jelas-jelas rusak akibat bencana alam. “Saya melihat pemkab kurang respon dengan harapan masyarakat. Jelas ini rusak akibat bencana dan harus secepatnya diperbaiki bukan dinanti-nanti. Kalau program boleh dinanti-nanti, tapi kalau kejadian alam harus cepat diperbaiki,” jelasnya, Kamis (23/10/2017).

Menurut Aa, akibat belum diperbaikinya jembatan tersebut, masyarakat banyak dirugikan. Mulai dari mengganggu ekonomi, pendidikan serta aktivitas warga lainnya. “Ketika saya datang ke lokasi, warga sangat membutuhkan perbaikan jembatan ini. Seharusnya memang di tahun ini sudah dianggarkan dari dinas terkait, tapi saya dengar tahun ini tidak masuk. Padahal, anggaran perbaikan tidak seberapa dan dewan mendorong dari sisi anggaran,” ungkapnya.

Seperti diketahui, rusaknya Jembatan Pabuaran akibat meluapnya Sungai Ciminyak dipicu oleh hujan deras yang turun sekitar 2 jam di wilayah Cililin, Sindangkerta, dan sekitarnya. Hulu Sungai Ciminyak berasal dari Sungai Wangunsari, dan Cipalabi, Kecamatan Sindangkerta. Pada saat itu, hujan deras juga mengguyur Wangunsari dan Cipalabi menyebabkan banjir bandang di Sungai Ciminyak. Ketinggian air dalam keadaan normal hanya sekitar 2 meter, pada saat kejadian mencapai ketinggian 5,5 meter atau hanya sekitar 0,5 meter ke badan jembatan. Peristiwa tersebut terjadi di awal 2016 lalu. (wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *