Baru Lahir, Bayi Laki-laki Dibuang ke Genteng Hingga Tewas

NEKAT: Tersangka yang membuang bayi anak kandungnya saat dimintai keterangan di Polresta Cimahi.

CIMAHI – Tak mau menanggung malu, Sofi (18) tega membuang bayi laki-laki yang baru dilahirkannya. Perbuatan sadisnya itu berawal pada saat perutnya merasa mulas. Ketika di dalam toilet, ternyata ia melahirkan seorang bayi.

Dengan rasa kepanikan yang tinggi, seorang pekerja home industri di wilayah Kecamatan Cimahi Selatan itu, nekat membuang bayi laki-lakinya ke atas genteng hingga tewas.

Kapolsek Cimahi Selatan AKP Sutarman mengatakan, berdasarkan laporan dari masyarakat, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara di Blok Cisegel, Jalan Sindang Sari Barat, RT 02, RW 09, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan.

Setelah mengumpulkan keterangan (pulbaket) dari para saksi dan hasil olah TKP akhirnya, Unit Reskrim mendapatkan satu nama yang mengerucut pada Sofi. Diketahui, Sofi merupakan warga Kertasari Kabupaten Bandung.

Tidak membutuhkan waktu lama, Sofi pun langsung ditangkap dan akhirnya mengakui jika bayi yang dibuangnya merupakan anak kandungnya.

“Dari hasil olah TKP, tersangka berhasil diamankan di rumah orangtuanya Selasa (10/4) sekitar jam satu siang,” kata Sutarman di Mapolsek Cimahi Selatan, Senin (16/4/2018).

Sutarman menjelaskan, awal mula ditemukannya jasad bayi tersebut, saat pemilik rumah Esih mencium bau bangkai di atap rumahnya. Kemudian dia menyuruh anaknya untuk mengecek, ditemukan keresek hitam yang ditindih genting dan ternyata berisi jasad bayi.

“Saat ditemukan jasad bayi laki-laki tersebut masih terpasang ari-arinya dan sudah dalam kondisi membusuk. Dari pengakuan tersangka, jasad bayi tersebut dibuang Jumat (6/4) malam,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 341, dan pasal 342 KUHPidana tentang membunuh anak kandungnya sendiri dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.

Sementara itu, Sofi yang harus mendekam di penjara dengan waktu yang lama, terus tertunduk saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh kepolisian.

Dia mengaku menyesal telah membuang anaknya hingga tewas. Saat itu dirinya panik dan tidak tahu harus berbuat apa.

“Saya malu dan panik. Saya menyesal,” ujarny lirih. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *