Bau Limbah Leuwitex Masih Semerbak di Kampung Cibodas

CIMAHI – Memasuki bulan ketujuh sejak 14 Agustus 2017 hingga 14 Maret 2018, limbah batu bara yang dihasilkan dari PT. Leuwitex masih bertebaran di Kampung Cibodas Campaka RT02/09, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan.

Kendati demikian, warga setempat yang lokasi rumahnya berdekatan dengan pabrik tersebut, tak bisa berbuat banyak. Berbagai upaya telah dilakukan agar debu batu bara tersebut tidak mencemari udara di lingkungan sekitar, namun upaya warga untuk menghentikan pencemaran lingkungan tersebut sia-sia.

Bahkan, selain debu batu bara, kini penderitaan warga ditambah dengan bising mesin yang menyulut resah.

Salah seorang warga Taufik Hidayat (33), mengaku, suara mesin cukup menggangu terutama pada saat menjelang waktu istirahat warga sekitar.

“Biasanya segala bentuk perijinan, pembangunan, pengeboran, batubara ada ijin dahulu ke wilayah. Tapi sejauh ini tidak ada,” ujarnya, Rabu (13/3/2018)

Tidak hanya itu, warga pun mempertanyakan hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, terkait limbah batu bara yang selalu menghantui.

“Sampai sekarang kami tidak tahu bagaimana hasil dari DLH. Apakah bahaya atau tidak,” ucapnya.

Menanggapi keluhan warganya, Wakil Walikota Cimahi Ngatiyana, mengatakan, pihaknya akan mempertanyakan kembali hasil uji laboratorium yang dilakukan DLH.

“Kalau debu batu bara itu membahayakan, jelas akan ada tindakan dari pemerintah,” kata Ngatiyana, Rabu (14/3/2018).

Seingat dia, hasil uji laboratorium limbah batu bara tersebut sudah di publikasikan. Namun, agar diketahui lebih jelas lagi. Akan segera dikomunikasikan dengan DLH. “Saya akan cek lagi bagimana hasilnya,” pungkasnya. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *