NGAMPRAH– Pembahasan pijaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Rp 285 miliar berjalan alot. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) serius membahas pinjam itu untuk memenuhi janji politik Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna jalan “leucir” wilayah Selatan, dan sekitarnya.

PT SMI sendiri sepakat menggelontorkan dana pinjaman sebesar Rp285 miliar untuk membantu proyek infrastruktur jalan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) wilayah selatan.

Jangka waktu pinjaman itu ditetapkan selama tiga tahun dengan suku bunga sebesar 6,26 persen. Total angsuran yang harus dibayarakan sebesar Rp 141 miliar per tahunnya.

Kendati begitu, Anggota Banggar Fraksi PKS DPRD KBB, Bagja Setiawan mengatakan, Pemkab Bandung Barat nampaknya belum siap merencanakan pembayaran pinjaman di APBD tahun anggaran 2021. “Belum kelihatan bisa mengembalikan pinjaman di APBD 2021 dengan ansuran sebesar Rp 141 miliar per tahunnya selama tiga tahun,” kata Bagja kepada redaksi Ragam Daerah, Kamis (3/9/2020).

Pinjaman ke PT SMI itu sendiri, Pemkab Bandung Barat baru akan melaksanakan di tahun 2021. Dengan begitu, pinjaman selama tiga tahun tersebut anggsuran pertamanya dilaksanakan pada tahun 2022. “Secara aturan masa pinjaman itu tidak boleh melebihi masa jabatan bupati 2023,” kata Bagja.

Banggar pun langsung melakukan korekai soal rencana pinjaman tersebut ke PT SMI. Jika dilaksanakan akan melewati masa jabatan Bapati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. “Makanya kita minta pemda memperjelas skema pembangunan lewat SMI mau tetap dilaksanakan atau tidak,” ungkapnya.

Kendati terancam gagal, bukan berati tapa solusi. Bangar menawar opsi jika pinjaman ke PT SMI bisa dilaksanakan di tahun 2020 dengan skema tahun jamak.

Namun itu harus dipersiapkan MoU tahun jamak berbarengan dengan penandatangan KUA PPAS perubahan 2020 juga di tahun 2021 harus menyiapkan skema pembayaran angsuran pertama. “Masalahnya ini belum dianggarkan di APBD 2021. Tapi masa ada waktu hingga Desember ini untuk menjalankan skema tersebut,” jelas Bagja.

Rencananya dana miliaran rupiah itu akan dipecah menjadi dua paket proyek besar. Pertama, akan dipakai untuk peningkatan jalan Rancapanggung-Cijenuk, Cijenuk-Sarinagen, dan Sarinagen-Baranangsiang, dengan total panjang jalan 19,9 km. Total anggaran yang digunakan sebesar Rp87 miliar.

Paket kedua yaitu peningkatan jalan Selacau-Cililin, Cililin-Sindangkerta, Sindangkerta-Celak, Celak-Gunung Halu, Bunijaya- Cilangari, dan Cilangari-Cisokan, dengan total panjang jalan 52,37 km. Ditambah pelebaran jembatan Tajim menjadi 6 meter. Total proyek ini sebesar Rp197 miliar.

Sementara itu, Pemkab Bandung Barat akan membuka kembali lelang jalan pinjaman dari PT SMI Rp 285,5 miliar. Lelang akan dibukan sekitar Desember 2020 dan Januari 2021.

“Tetap akan digunakan pinjaman dari PT SMI pada tahun 2021. Kalau digunakan sebagian-sebagian ini akan menambah hancur jalannya. Insya Allah sekitar Desember – Januari kita akan melakukan lelangnya,” ujar Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna kepada wartawan usai Rapat Paripurna yang bertempat di Hotel Novena Lembang, Selasa (25/08/2020). ***



Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *