Bersama Baznas, Walkot Ajay Beri Santunan Rp 150 Ribu

CIMAHI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cimahi menyalurkan santunan kepada 150 orang fakir miskin masing-masing Rp 150 ribu di wilayah Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara yang bersumber dari ZIS (Zakat, Infak, Shodaqoh) para PNS Pemerintah Kota Cimahi.

Pemberian santuan ini diberikan langsung oleh Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna dan Ketua BAZNAS Kota Cimahi KH. Asep Hilman Mubarok di Aula Kelurahan Cibabat, Selasa (13/10/2020).

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna memberikan apresiasi atas kegiatan pemberian santunan ini sebagai sebuah bentuk kepekaan, serta kepedulian sosial kepada kelompok masyarakat yang kurang mampu, terutama di tengah cobaan pandemi COVID-18 yang melemahkan kehidupan ekonomi sebagian masyarakat.

Selain itu, pemberian bantuan ini merupakan suatu refleksi dan wujud empati, kecintaan terhadap sesama yang dapat mendorong terwujudnya kesalehan sosial dalam kehidupan masyarakat Kota Cimahi.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus Baznas Kota Cimahi serta para PNS Pemerintah Kota Cimahi karena telah turut serta membantu salah satu program peduli terhadap sesama warga masyarakat Kota Cimahi,” ungkapnya.

Menurut Walikota, kepedulian sosial merupakan harga yang sangat mahal. Dikarenakan sifat acuh tak acuh dan individualistis terhadap sesama merupakan pemandangan yang sering kita jumpai saat ini di masyarakat.

Dengan kata lain kepedulian terhadap sesama harus dapat kita tumbuh kembangkan dan di wujudkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, dalam bentuk penumbuhan rasa kepedulian sosial, yang dimulai dari dalam diri pribadi.

“Tumbuhnya rasa kepedulian sosial maka akan menumbuhkan kehidupan masyarakat yang seimbang,” ujarnya.

Sistem kepedulian sosial yang bertujuan meringankan beban antarsesama sebagaimana diajarkan dalam Islam sangatlah banyak, bisa dalam bentuk tenaga, pikiran maupun materi. hal ini merupakan cerminan keshalehan dari masyarakat yang agamis.

Gambaran masyarakat Kota Cimahi yang agamis tercermin dari kehidupan masyarakat yang di dalamnya terdapat sumber daya manusia yang berkualitas, baik intelektual, emosional maupun spiritual yang terimplementasi pada sikap serta perilaku hidup sehari-hari yang dilandasi oleh aturan dan norma yang berlaku di masyarakat.

Semua upaya ini bermuara pada terwujudnya kehidupan masyarakat yang sholeh atau Islami, yaitu kehidupan masyarakat yang sikap dan perilakunya terbingkai oleh ajaran, norma, aturan serta kaidah-kaidah agama.

“Kondisi seperti itu sudah barang tentu tidak dapat dicapai sekaligus, akan tetapi diperlukan adanya proses secara bertahap yang mengarah pada kondisi dimana masyarakat mampu melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan,” tutupnya. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *