BKIPM Bakar 75 Kg Ikan Busuk

PROGRAM: BKIPM Jawa Barat membakar ikan busuk sebanyak 75 kg.

CIMAHI – Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jawa Barat musnahkan beragam jenis ikan busuk dengan cara dibakar.

Ikan-ikan yang kondisinya sudah tidak layak dikonsusmis ini dikhawatirkan akan, menimbulkan bakteri E Coli yang dapat menyebabkan sakit perut dan menimbulkan tubercolusis (TBC).

Kepala BKIPM Jawa Barat Dedi Arief Hendriyanto, mengatakan, ikan seberat 75 kilogram tersebut, diketahui dikirim dari Makassar dengan tujuan Bandung secara dua tahap melalui Bandara Husein Sastranegara. Namun sesampainya di daerah tujuan, pihak penerima tidak mau mengakuinya sesuai dengan surat muatan udara (SMU).

“Kondisi ikan sudah rusak atau busuk sehingga dilakukan pemusnahan dengan tujuan agar tidak terkontaminasi, dan menghindarkan manusia dari mikroba yang ditimbulkan dari ikan busuk tersebut,” kata Dedy Arief, di kantor BKIPM Bandung, Jalan Ciawitali Kota Cimahi, Rabu (28/2/2018).

Dedy menyebutkan, ikan jenis komoditi gurita beku seberat 30 kilogram masuk ke Bandung pada 5 Januari 2018 menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Berikutnya, pada 11 Februari 2017 kembali terjadi pemasukan ikan jenis Frozen Fish (baby tuna beku) seberat 45 kg yang juga berasal dari Makassar dengan menggunakan pesawat Lion Air. Dua kali pengiriman, pihak penerima juga tidak mau mengakui ikan-ikan tersebut.

“Sampai 22 Februari 2018, ikan-ikan tersebut tidak diambil sehingga membusuk. Setelah berkoordinasi, kami lakukan penahanan ikan tersebut dan selanjutnya dimusnahkan,” ungkapnya.

Dedy mengaku, sebelum dimusnahkan, pihaknya terlebih dahulu melakukan rendemen sampel hasil uji diagnosa laboratorium yang dilakukan kurang lebih selama satu bulan.

Menurutnya, pemusnahan ikan ini telah sesuai Peraturan Pemerintah tahun 2005 dan Undang-undang nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Ikan dan Tumbuhan.

“Uji lab kami lakukan dari awal Februari hingga 26 Februari. Jenis ikan yang diuji 6 ekor Louhan, 2 ekor Garra rufa, 8 ekor jenis Cupang, Koi 2 ekor, 5 ekor discus dan 1 ekor black ghost,” ucapnya.

Ditempat yang sama, GM PT Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara, Andika Nuryaman mengatakan, semua tim bertanggungjawab untuk pengawasan. Bahkan, sejauh ini kerjasama dengan BKIPM sudah terlaksana dengan baik.

“Sehingga sesuatu yang sifatnya tidak sesuai aturan, pasti akan ditindak,” terangnya.

Dia melanjutkan, biasanya barang kiriman yang bernilai besar seperti, baby lobster sering dikirim dengan menggunakan pesawat terbang. Jika pengiriman barang tersebut sifatnya ilegal maka, pihaknya wajib mengamankannya.

“Ada yang kami amankan barangnya, dan ada juga yang kami amankan beserta orangnya setelah bekerjasama dengan pihak kepolisian,” pungkasnya. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *