BNN Tes Urine Anggota DPRD KBB, Berani?

Anggota DPRD KBB saat mengikuti paripurna. Dalam waktu dekat ini, BNN KBB akan melakukan tes urine terhadap 50 anggota DPRD KBB.

NGAMPRAH- Terobosan baru dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB. Memastikan anggota DPRD KBB bebas narkoba, BNN KBN akan melakukan tes urine para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat. Hal itu dilakukan untuk mencegah tingginya potensi penyalahgunaan narkoba di para elite pejabat di lingkungan legislatif.

Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat Sam Norati Martiana mengatakan, bahwa saat ini potensi penyalahgunaan narkoba sudah merambah ke berbagai profesi, mulai pelajar, mahasiswa, hingga kalangan PNS.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan para wakil rakyat tersebut terkait dengan rencana melakukan tes urine.

“Kami sudah pernah berkoordinasi dengan ketua dewan. Kalau memang dibutuhkan dan waktunya tepat, kami siap melakukan tes urine,” ujarnya Selasa (26/9/2017).

Dikatakan Sam, menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg), biasanya para anggota dewan pun, akan diperiksa tes urine.

Ia mengungkapkan, selain BNN akan memeriksa para anggota Dewan, BNN pun berencana menggelar tes urine terhadap para pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Adapun hal itu dilakukan untuk memastikan para PNS bebas dari narkoba.

“Intinya, tahun ini ada 1500 orang akan kita lakukan tes urine. Itu termasuk, di kalangan pelajar juga,” kata Sam.

Sam menjelaskan, bahwa saat ini pengguna narkoba berada di kalangan usia produktif. Bahkan hasil soasiliasi BNN dikalangan pelajar masih banyak ditemukan penyalagunaan obat-obatan.

Sementara menurutnya, berdasarkan catatan BNN KBB, terdapat angka perkiraan di 24 persen pengguna narkoba dari jumlah penduduk di KBB.

“Kita akui memang pengawasan dari masyarakat terhadap narkoba ini masih longgar. Artinya memang kita butuh sosialiasi dengan gencar ke masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Sam menambahkan, tahun depan pihaknya pun akan melakukan pemetaan terkait sosialiasi terhadap narkoba ini. Pasalnya, dari 16 kecamatan di KBB, berpotensi terhadap penyelagunaan narkoba.

“Saat ini pun kita sudah melakukan pemetaan dan menyasar di sejumlah kecamatan. Termasuk Lembang pun sudah kita lakukan,” ujarnya.(wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *