Buntut Spanduk Protes, Dirut RSUD Cikalongwetan “Adu Mulut” dengan Karyawannya

CIKALONGWETAN— Puluhan karyawan berstatus Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan terpaksa merangsak masuk ruangan direktur RSUD. Ketegangan terjadi pukul 13.00, Senin (2/11/2020).

Masalah itu pun sempat terekam vidio dan viral, dimana seorang karyawan berteriak membela diri dengan mengatakan, “Saya membela dokter mati-matian”. Lantas dirut membela diri “Jangan banyak ngomong”, dan diakhiri untuk keluar ruangan.

Salah seorang TKK yang namanya enggan disebut mengungkapkan, permasalahan itu buntut aksi unjuk rasa pembetangan spanduk pada Minggu (31/10/2020). Sebanyak delapan orang perwakilan dipanggil untuk dimintai klarifikasi.

Mengetahui teman-temannya dipanggil oleh dirut, sebagai bentuk solideritas ikut merangsak masuk ke ruangan direktur. Di sana lah terjadi ketegangan “adu mulut” antara karyawan dan dirktur RSUD.

“Dipanggil delapan orang terus ditanya saha anu masang spanduk? Keukeuh maksa pengen tahu siapa yang masang spanduk ya bilangin aja seluruh karyawan,” kata TKK tersebut kepada Ragam Daerah, Senin (2/11/2020).

Dijawab seluruh karyawan yang pasang spanduk protes, direktur RSUD tidak percaya siapa yang memasangnya. “Enggak ada yang jawab dan semua TKK semua ikut membela,” ungkapnya.

TKK RSUD Cikalongwetan berjumlah 309 orang tetap menuntut haknya, gaji dua bulan September-Oktober yang belum dibayarkan sebesar Rp 5 juta. “RSUD Lembang, Cililin kan udah pada cair kenapa Cikalongwetan selalu beda. Katanya alasannya status BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) terus di dewannya belum ketuk palu. Juni-Juli juga kan kita gak gajian selalu telat,” katanya.

Masalah gaji yang selalu telat dibayarkan, puncaknya para TKK nekad memasang spanduk sebagai bentuk protes. Tidak hanya gaji, para TKK ini mempertanyakan uang jasa pelayanan 2019, BPJS, juga insentif COVID-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Hernawan Widjajanto mengatakan, tuntutan gaji selama dua bulan akan dibayarkan secepatnya. “Tapi satu bulan dulu bulan September kalau dua bulan tidak cukup uangnya. Tapi kita usaha Oktober juga,” sebut Hernawan dihubungi. Telat pembayaran gaji, Hernawan mengatakan, karana perubahan status RSUD Cikalongwetan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) secara manajemen dikelola sendiri oleh rumah sakit.

Pihaknya juga menyesalkan, dengan aksi unjuk rasa tersebut. Pihak manajemen tidak bisa meredam gejolak tersebut.

“Ini persoalan komunikasi saja. Seharusnya pihak manajemen dan karyawan nyambung komunikasinya tapi yang terpenting pelayanan tetap berjalan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, karyawan RSUD Cikalongwetan membentangkan spanduk protes di beberapa titik di lingkungan RSUD Cikalongwetan. Tertera tulisannya, “Mana hak karyawan? Jangan hanya bisa memberikan tuntutan kepada karyawan. Pimpinan suka cari pujian sana sini. Karyawan sibuk cari sampingan untuk keluarga yang dikasihi.

Atasan makan di restoran mewah karyawan tetap kelaparan. Dimana hati nurani kalian?. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *