PeristiwaRagam TerkiniRongga

Corona Renggut Nyawa Warga Rongga


RONGGA– Corona renggut nyawa seorang perempuan berusia 43 tahun warga Desa Sukamanah Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat (KBB). Wanita itu meninggal dunia di RSUD Cililin pada Kamis (8/5/2020) malam. Direktur Utama RSUD Cililin, dr Ahmad Oktorudy mengatakan, perempuan yang telah berkeluarga tersebut dinyatakan reaktif hasil rapid test.

“Pasien meninggal dengan dinyatakan positif rapid. Suami dan anaknya sudah diperiksa dan hasil rapidnya negatif. Kita belum tahu dia terpapar dari mana,” ungkap Okto saat dihubungi, Sabtu (9/5/2020) malam.

Okto belum bisa memastikan, pasiennya terpapar Covied-19. Saat pasien dibawa ke rumah sakit dalam kondisi suhu tubuhnya panas.

Keluarga menyatakan jika pasien sakit selama 15 hari dirawat di rumah. Pasien datang ke rumah sakit sekitar pukul 21.00 WIB dan meninggal satu jam setelah itu.

“Waktu datang ke sini, kondisinya memang memburuk. Kita merujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Tapi tidak tertolong lagi,” paparnya.

Karena pasien dinyatakan reaktif hasil rapid test sesuai standar WHO, maka pasien harus dimakamkan dengan protokol kesehatan standar COVID-19. Untuk itu, pihaknya memberikan edukasi pada keluarga, supaya pasien dimakamkan standar protokol kesehatan Covid-19.

Malam itu juga jasad pasien dibawa ke kediamannya untuk kemudian di pemakaman. Informasi yang diterimanya, pasien dimakamkan baru selesai Sabtu (9/5/2028) sekitar jam 06.00 pagi.

Kepala Desa Sukamanah Jajang Kurniawan menyebutkan jika pasien dimakamkan di Desa Cinengah, sesuai permintaan keluarganya. Mengingat pasien meninggal dalam kondisi reaktif Covid-19, maka pihak pemerintah setempat meminta Dinas Kesehatan untuk melakulan rapid test massal pada warga dengan radius 50 meter dari kediaman pasien.

“Informasi yang saya dapatkan suaminya baru pulang dari Jogyakarta. Itupun kita ketahui, sesudah pasien meninggal,” ungkapnya.

Camat Rongga Agus Rudiyanto mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di wilayah Kecamatan Rongga, untuk sementara akan dilakukan penutupan pasar tradisional selama 14 hari.

“Kita kan belum tahu pasien meninggal ini terpapar dari siapa, maka hasil rapat Forkopimda memutuskan untuk menutup sementara pasar tradisional selama 14 hari per hari Senin,” sebutnya.***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close