NGAMPRAH– Muswarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) ricuh. Sebanyak 13 dari 16 Pengurus Kecamatan (PK) DPD Partai Golkar KBB walk out dalam sidang yang berlangsung di DPD Golkar Jawa Barat, Minggu (30/8/2020). Dua PK yang tidak walk out hanya Sindangkerta dan Parongpong. Sisanya kompak walk out.

Mereka mengindikasi musda penuh rekayasa menyalahi AD RT Partai. “Dari 16 PK sebanyak 13 PK walk out ya terindikasi pimpinan sidang melakukan kecurang dengan merekayasa AD RT Partai,” ujar Juru Bicara Ketua PK Golkar Cikalong Wetan, Doni Ramlan saat dihubungi redaksi, Minggu (30/8/2020).

Buntutnya, para kader Gokar KBB menggelar aksi unjuk rasa di DPD Golkar Jawa Barat Jalan Mas Kumambang. Sambil berunjuk rasa membawa kertas kartos bertulisakan “Batalkan Musda Golkar KBB”, “Tim Verifikasi dan Pimpinan Sidang Tidak Objektif”, nampak Calon Ketua DPD Golkar KBB, Dadan Supardan dibarisan paling depan bersama para ketua PK.

Mereka menduduki Kantor DPD Golkar Jawa Barat, untuk meminta penjelasan kepada Ketua DPD Golkar Jawa Barat atas ulah pimpinan sidang yang dianggap tidak objektif. “Dadan Supardan sudah dapat dukung 13 PK kenapa yang disahkan malah yang tidak mendapat dukungan PK,” kata Doni.

Doni menyayangkan, forum strategis permusyawaran tersebut tercoreng dengan syarat rekayasa yang dilakukan oleh  oknum-oknum pengurus DPD Jabar dan juga campur tangan  yang tergabung di tim verifikasi.

“Sejumlah oknum tim verifikasi yang terdiri dari sejumlah pengurus DPD Golkar Jabar telah bertindak tidak netral, memihak kepada salah satu calon tdengan sengaja menjegal Dadan Supardan sebagai salah satu calon,” terang Doni.

Padahal kata Doni, Dadan, telah memenuhi syarat administrasi dan dukungan dari mayoritas pemilik suara, yaitu 13 dukungan pengurus kecamatan, dukungan dewan penasehat dan ormas pendiri. “Jumlah total suara sebanyak 22 sesuai dengan juklak musda 30 persen dari jumlah pemilik suara,” katanya.

Namum sayang, kata Doni, berkas dukungan Dadan Supardan dianggap menjadi tidak absah oleh tim verifikasi Jabar. “Tim verifikasi Jabar telah mengabaikan fakta fakta administrasi yang dimiliki oleh Dadan telah melabrak juklak musda dengan meloloskan calon tertentu yang tidak memenuhi syarat yaitu Fery Pamawisa,” tuturnya.

Sesuai dengan juklak musda, yaitu syarat calon harus sudah sarjana dan mengabdi di partai selama 5 tahun berturut. Kriteria tersebut tidak dipenuhi oleh calon tersebut. Namun,  tim verifikasi tetap meloloskan calon tersebut.

“Sejumlah 15 pemilik suara yang tersidiri dari 13 PK, ormas pendiri, dan ormas yang didirikan akan melaporkan rekayasa musda IV DPD Partai Golkar Bandung Barat kepada Majelis pertimbangan DPP Partai Golkar. Termasuk melaporkan oknum oknum DPD Jabar dan DPP,” ungkapnya.

15 pemilik suara pendukung Dadan Supardan akan bertahan di Kantor DPD Golkar Jabar untuk meminta penjelasan pimpinan DPD Golkar Jabar atas rusaknya moral tim verifikasi DPD Golkar Jawa Barat meminta Ketua DPD Golkar Jawa Baray untuk hadir menemui para ketua Pk.

Sementara itu, Dewan Penasehat Partai Golka Bandung Barat, Syahbandar mengaku kecewa Gollkar KBB selalu menjadi kelinci percoban dari keserakahan pengurus pengurus di atas.

“Padahal kita berharap musda ini menjadi momentum kebangkitan Golkar di KBB dan dipastikan akan semakin membuat Partai Golkar semakin terpuruk,” tandasnya.

Sementara itu, belum ada yang bisa dimintai keterangan dari Pimpinan Sidang Muada Golkar KBB.***

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *