PADALARANG- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bandung Barat akhirnya memutuskan berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bandung Barat, Syamsul Maarif, menyatakan, keputusan untuk berkoalisi dengan PDIP itu setelah pihaknya mendengar masukan dari seluruh pengurus kecamatan saat Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) yang digelar Sabtu (11/11) lalu.

“Setelah menimbang berbagai aspek, pandangan kami akhirnya mengerucut berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Pilkada Bandung Barat,” kata Syamsul, Senin (13/11).

Dia beralasan, keputusan untuk berkoalisi dengan PDIP karena PPP menilai figur calon yang dimajukan dari PDIP sangat mumpuni dan dianggap berpotensi besar menang di Pilkada 2018.

“Ada permintaan dari kiai agar kita juga mengusung nama wakil bupati, tapi saya katakan tidak. Keputusan untuk mendukung PDI Perjuangan itu sudah mutlak, kami serahkan semua keputusan pengusungan bupati serta wakilnya kepada PDI Perjuangan,” bebernya.

Syamsul mengaku, pihaknya akan mendeklarasikan dukungan kepada PDIP setelah keluar rekomendasi nama calon dari DPP PDIP.

“Kami tersanjung diajak bergabung dengan PDI Perjuangan. Dari zaman dulu, PPP sudah menjalin kerja sama dengan PDI Perjuangan, jadi bukan hanya di Pilkada kali ini saja,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, keputusan untuk berkoalisi dengan PDIP ini akan diteruskan ke tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk selanjutnya disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.

“Minimal, kami akan menjaga raihan 60 ribu suara di Pemilu 2014, mudah-mudahan di Pilkada nanti, jumlahnya bisa ditingkatkan lagi,” tambahnya. (wie)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *