Desa Gudangkahuripan Waspadai Paham Komunis Masuk Desa

Acara pemutaran film dokumenter penghianatan G 30 S PKI di RW 7 Kampung Babakan Laksana Desa Gudangkahuripan.

LEMBANG- Pemutaran film G 30 S PKI dilakukan secara serentak hampir di tiap desa. Seperti halnya Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Pemutaran ganasnya film pemberontakan G S PKI diputar secara serentak di 15 RW dan 4 dusun.

Pemutaran itu sudah laksanakan di
dua dusun yakni dusun 1 RW 1, 2, 3, 13, dusun 3 RW 7, dan besok dusun 3 RW 6 ,5 dan 15 yang dilaksanakan di Mesjid Aridwan bada salat Magrib.

“Kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari pemerintah agar generasi saat ini mengetahui sejarah kelam peghianatan G 30 S PKI,” ujar Kepala Desa Gudangkahuripan, Agus Karyana, Jumat (29/9/2017).

Agus berpesan, kepada generasi saat ini jangan mudah terpropokasi oleh gerakan-gerakan bisa memecah persatuan bangsa yang gencar dilakukan di media sosial. “Bisa jadi paham komunis juga masuk desa memprovokasi pemuda dengan cara membuat keributan, itu yang harus kita waspadai,” tandasnya.

Sekadar mengingatkan kembali, gerakan 30 September 1965 / PKI atau G30S/PKI adalah peristiwa pengkhianatan terhadap Bangsa Indonesia terbesar yang pernah terjadi. Peristiwa ini terjadi malam hari tepat saat pergantian dari tanggal 30 September (Kamis) menjadi 1 Oktober (Jumat) 1965 saat tengah malam hari melibatkan anggota PKI dan pasukan Cakrabirawa.

Gerakan ini bertujuan untuk menggulingkan Soekarno dan mengubah Indonesia menjadi komunis. Gerakan ini diprakarsai oleh Dipa Nusantara Aidit yang merupakan ketua dari PKI saat itu. DN. Aidit saat itu melancarkan hasutan-hasutan kepada rakyat Indonesia untuk mendukung PKI menjadikan Indonesia sebagai “negara yang lebih maju”. DN Aidit dinyatakan sebagai dalang dari G30S/PKI oleh Pemerintah Republik Indonesia pada masa Presiden Soeharto. (wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *