Desa Weninggalih Buka Penjaringan Perangkat Desa, Pelamarnya Ada Lulusan S1

SINDANGKERTA– Penjaringan Perangkat Desa Weninggalih, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilaksanakan secara terbuka di aula desa. Hal tersebut dipertegas Kepala Desa Weninggalih, Asep Ridwan. “Penjaringan perangkat desa dilakasanakan secara terbuka untuk mendapatkan perangkat yang siap bekerja,” kata Asep melalui rilisnya, Selasa (11/8/2020).

Ketua Penjaringan Perangkat Desa Weninggalih, Ahmad Sudrajat mengatakan, 17 peserta mendaftar namun setelah melalui tahap seleksi 14 orang dinyataka lolos untuk masuk tahap selanjutnya. “Pengujinya langsung dari Provinsi Jawa Barat melalui tahapan seleksi pengetahuan soal desa dan pengetahuan umum,” katanya.

Rencananya empat orang akan diterima sebagai perangkat desa untuk posisi kepala dusun 3 orang dan kasipen 1 orang. “Penempatan itu ada di kepala desa. Kami hanya melalukan proses penjaringan saja,” ungkapnya.

Proses penjaringan perangkat desa sendiri, baru dilakukan kali ini sesuai dengan amanat Undang-undang soal desa. Pihak desa dan BPD membuka penjaringan melalui proses tahapan seleksi terlebih dahulu. “Anggaran desa sekarang dari APBN apalagi di tengah pendemi COVID-19 banyak yang mencari pekerjaan makanya banyak masyarakat yang ikut melamar,” katanya.

Tak tanggung-tanggung, ada juga pelamar lulusan S1 Universitas Gajah Mada (UGM), Unjani juga STKIP. “Mereka sarjana hukum, dan ada teknik tapi mereka mau mencalonkan diri sebagai kadus,” ungkapnya.

Kasipem Kecamatan Sindangkerta, H Ajat menyambut baik dengan adanya proses penjaringan perangkat desa. Pihaknya pun memastikan proses penjaringan secara murni tidak ada muatan politik pascapilkades. “Ini sangat bagus sekali untuk peningkatan sumber daya manusia dalam rangka membangun desa,” sebutnya.

Wawan salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Sindangkerta menyambut baik dengan adanya open penjaringan perangkat desa. “Kami berharap para perangkat desa ini kelak bisa ikut sumbangsih pemikiran memajukan desanya,” katanya.

Sementara itu, Enang Siti Kurmala, 25, salah seorang peserta yang merupakan lulusan UGM mengaku termitovasi ikut seleksi penjaringan perangkat desa, lantaran dirinya ingin menyumbangkan pemikiran untuk kemajuan desa. “Seleksi ini sangat bagus sesuai dengan aturan pemerintah mencari SDM yang berkualitas dalam rangka memajukan desa. Semoga saja bisa diikuti oleh desa lainnya,” katanya. Ditanya soal tes, Eneng mengaku soal tersebut susah-susah gampang bagi dirinya. ****


Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *