Dewan Jabar Ini Tolak Denda Masker

NGAMPRAH– Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Golkar, Edi Rusyandi menolak denda berupa uang bagi masyarakat yang tak mengenakan masker. Rencananya, Gubernur bakal menerapkan denda Rp 100-Rp 150 ribu bagi masyarakat yang tak kenakan masker. Denda itu akan diberlalukan juga bagi kota/kab di Jawa Barat termasuk KBB.

Edi lebih menyarankan sanksi sosial ketimbang denda. “Kita juga harus mengukur kondisi ekonomi masyarakat kita saat ini yang serba sulit dan berat. Bisa berupa membereskan fasilitas umum, bersih bersih misalnya dan pemda atau para petugas menyediakan masker untuk dibagikan bagi masyarakat yang tidak memiliki. Itu rasanya jauh elok dan edukatif,” ujar Edi yang juga Wakil Ketua GP Ansor Jabar ini, Rabu (15/7/2020).

Kendati begitu, Edi menilai, kebijakan tersebut merupakan niat baik Pemprov Jabar dalam rangka mendisiplinkan masyarakat, bentuk ketegasan dan juga membuat efek jera dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid 19, dan juga supaya masyarakat patuh dengan protokol kesehatan.

“Fakta di lapangan masih banyak masyarakat yang belum patuh dengan imbauan pemerintah tersebut. Nah kondisi ini memang butuh ketegasan dari pemerintah,” kata Edi.

Sebelum melangkah jauh, sebut Edi, alangkah baiknya pemerintah lebih serius lagi dalam memberikan penyadaran berupa edukasi pentingnya penggunaan masker dan kepatuhan protokol kesehatan kepada masyarakat luas.

“Pendekatan dan Instrumennya banyak. Bisa mengerahkan berbagai aparatur pemerintahan yang ada hingga level terbawah dengan mendorong tiap desa, RT, RW untuk lebih giat lagi sosialisasi berlomba menjadikan wilayahnya tangguh covid 19,” tutur legislator asal KBB ini.

Selain itu, lanjut Edi, bisa pula menggandeng para pegiat media sosial membuat konten konten kreatif untuk disebarluaskan. “Jika pun ada sanksi harus dipastikan dengan dasar hukum yang kuat. Tidak cukup dengan surat keputusan atau peraturan kepala daerah. Bentuk sanksi kepada masyarakat itu aturannya harus berupa peraturan daerah dan hingga kini mungkin kita belum diajak bicara,” jelas Edi. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *