Dewan Kritik Pinjaman PT SMI, Jalan Selatan KBB Rusak Berat Dibiarkan

Anggota DPRD KBB Fraksi Golkar Dadan Supardan bersama PAC GP Ansor Cipongkor memperbaiki jalan yang rusak. ft istimewa.

CIPONGKOR–Kondisi ruas Jalan Rancapanggung-Cipongkor serta Cililin menuju Gununghalu kondisinya rusak berat.

Jalan sudah rusak dan berlubang sehingga sangat membahayakan pengguna jalan terutama pengendara motor roda dua. Masalah itu disesalkan Anggota DPRD KBB, Dadan Supardan yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) tersebut.

“Kondisi jalan seperti itu tentu membuat lalu lintas jalan menjadi tidak nyaman. Kemacetan lalu lintas jalan bisa terjadi dimana-mana,” kata Anggota Fraksi Golkar DPRD KBB ini kepada redaksi Ragam Daerah, Rabu (27/1/2020).

Dua warga mancing ikan dikubangan jalan rusak di Cipongkor sebelum diperbaiki swadaya oleh anggota dewan dan PAC GP Ansor Cipongkor. ft istimewa.



Menurut Dadan, tidak hanya sebatas kerugian secara ekonomi saja tapi juga bisa mengakibatkan kecelakaan bagi pengguna jalan itu sendiri.

“Sehingga dengan kondisi jalan yang rusak dan berlubang tersebut tentu perlu segera mendapatkan respon dari pihak penyelenggara jalan diantaranya terdiri atas Dinas PUPR, Dinas Perhubungan,” kata Dadan.

Perbaikan dan pembangunan jalan di wilayah selatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat (KBB) kembali melanjutkan program pinjaman anggaran ke salah satu BUMN di bawah Kementerian0 Keuangan, PT Sarana Multi Insfrastruktur (SMI) Persero sebesar Rp 285.500.400.000.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas PUPR KBB Aan Sofyan mengatakan, rencananya anggaran sebesar itu akan digelontorkan untuk perbaikan dan pembangunan ruas Jalan Selacau-Cililin sepanjang 52,37 kilometer dan Rancapanggung-Baranangsiang 19,9 kilometer.

Pengerjaannya dilakukan selama 10 bulan dan lelang dilakukan November. Sehingga, Januari 2021 pengerjaan fisik mulai dilakukan. ”Nanti ruas jalan ke wilayah selatan rata-rata memiliki lebar delapan meter dan didominasi beton,” tuturnya.

Aan menjelaskan, jalan itu terbagi beberapa ruas diantaranya Jalan Selacau-Cililin, Cililin-Sindangkerta, Sindangkerta-Celak, Celak-Gununghalu, Bunijaya-Cilangari dan Cilangari-Cisokan. Selain itu, juga jalan Rancapanggung-Cijenuk, Cijenuk-Sarinagen dan Sarinagen-Baranangsiang. Selain peningkatan jalan, juga  pembangunan Jembatan Tajim diperbatasan Celak dan Sindangkerta.

”Nantinya akan ada konsultan pengawas yang mengawasi proses pekerjaan termasuk juga dari unsur Forkopimda untuk mengantisipasi persoalan non teknis. Sebab ini adalah proyek prestisius dimana dalam MoU syarat peserta lelang juga harus dari BUMN,” pungkasnya.

Ketua Komisi I DPRD KBB, Wendi Sukmawijaya mengatakan, pengerjaan jalan yang pinjam dari PT SMI harusnya multiyears kontrak pelaksanaan pekerjaan yang mengikat dana anggaran untuk masa lebih dari 1 (satu) tahun anggaran yang dilakukan atas persetujuan oleh Menteri Keuangan untuk pengadaan yang dibiayai APBN, Gubernur untuk pengadaan yang dibiayai APBD Propinsi, Bupati/Walikota. “Jadi tidak akan selesai dalam 1 tahun anggaran harus diubah perencanaannya di perhitungkan juga pengguna jalan.
Ruas sekian kilo meter dengan pekerjaan rabat beton tanpa ada jalan alternatif lelangnya pun sekarang belum selesai,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD KBB, Sundaya mengaku heran dengan pelaksanaan pembangunan jalan meminjam dari SMI di tahun ini.

“Waduh kenapa atuh 2021 sudah pembayaran. Asa nga bodor ieu teh? 2021 mayar hutang plus bunga ari duit can dipake,” ungkapnya.

Anggota DPRD KBB Fraksi PAN, K Wahyu mengkritik banyaknya jalan rusak di wilayah KBB. “Ada yang menarik jalan-jalan yang berlubang. Jalan yang berlubang isi ku air lalu melak ikan nilaa ya buat PAD (pendapatan asli daerah),” kritik politisi PAN ini. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *