Politik

Dewan Minta Pemkab Bandung Barat Kaji Ulang Rencana Pinjaman ke Bank bjb Rp100 Miliar

Deni Setiawan. Ft dok ragamdaerah

RAGAM DAERAH– Pemkab Bandung Barat dikabarkan akan meminjam ke Bank bjb untuk menutupi utang piutang 2023 kepada pihak ketiga senilai Rp100 miliar.

Namun, rencana utang ke Bank bjb mendapat penolakan dari Anggota Banggar DPRD KBB, Deni Setiawan.

Politisi PDIP ini mamandang, tidak terlalu mendesak utang ke Bank bjb dengan batas waktu yang terlalu singkat hanya tiga bulan.

“Bunganya saja Rp2,5 miliar dengan batasa pinjaman hanya tiga bulan ya sebaiknya Pemda Bandung Barat mengkaji ulang rencana pinjaman ke bjb tersebut,” kata Deni kepada awak media, Kamis 6 Juni 2024.

Pinjaman tersebut tentunya, sebut Deni, tidak sebanding dengan pendapatan PAD KBB yang hanya Rp35 miliar per bulan di luar dari BPHTB. “Tidak masalah kalau rencana pinjaman ke Bank bjb di bulan Januari tapi berhubung ini sudah bulan Juni kenapa tidak diselesaikan saja masalah utang tersebut melalui APBD agar tidak terbeban utang berikut bunganya,” kata Deni.

Sementara itu, Pendiri Bandung Barat, Asep Ado mengatakan, Pemkab Bandung Barat harus mencari solusi yang bijak untuk menutupi utang kepada pihak ketiga. “Jangan seperti sekarang ini kaya manajemen rumah tangga atau seperti kita menggadekan BPKB mobil pindah pindah leasing untuk memperbaharui uutang yang akibatnya utang berkepanjangan tidak selsai selsai,” sebut Ado.

Menurut Ado, banyak cara Pemda KBB menyelesaikan masalah uutang kepada pihak ketiga tersebut. Bapenda dan Inspektorat harus bekerja keras untuk menyelesaikan keuangan yang selalu devisit. “Pemda seharusnya belajar menjadi negarawan dengan melakukan cara-cara yang lebih piawai juga jagangan mengatasi masalah dengan masalah. Kalau gitu kapan KBB beresnya,” kata Ado dengan nada sedikit meninggi. ***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top