Dewan Pertimbangan Presiden Habib Luthfi Resmikan Masjid yang Pembangunannya Habiskan Dana Rp 9, 25 Miliar di Ciparay

SOREANG– Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia, Habib Muhammad Luthfi meresmikan Masjid Jami’Al-Karomah di Desa Sarang Mekar, Kecamatan Ciparay, Kab. Bandung.

Masjid yang dibangun atas inisiatif Bupati Bandung Dadang M.Naser ini, dipandang Luthfi akan mendekatkan kejayaan Islam di Kabupaten Bandung. Karena dengan kehadiran masjid ini, menurutnya akan menambah jalinan dan persatuan umat di Kab. Bandung semakin kuat.

Habib Luthfi mengatakan, kedudukan masjid di dalam Islam sangat tinggi dan mulia. Namun dalam pandangannya, masih ada kaum muslimin yang belum mengetahui kewajiban mereka untuk memuliakan rumah Allah ini.

Berkaca pada sejarah hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah, kata Habib proyek dan program pertama yang dilakukan rasul adalah membangun masjid.

“Yang kita kenal sekarang ini adalah Masjid Nabawi. Dari masjid itulah Nabi Muhammad SAW mengembangkan dakwah. Dalam masjid itu pula, nabi bersama para sahabatnya menyeru manusia untuk selalu di jalan Allah Subhannahu Wa Ta’ala”, ungkap Habib Luthfi usai menandatangani batu prasasti peresmian Masjid Al-Karomah, di Kecamatan Ciparay, baru-baru ini.

Habib pun mengungkapkan orang-orang yang memakmurkan masjid adalah para wali dan kekasih Allah. Para ulama menyebutkan untuk memakmurkan masjid itu ada dua hal yakni memakmurkan masjid dari aspek fisiknya, mulai dari membangun, merenovasi, memelihara dan menjaga kebersihannya.

Yang kedua, lanjut Habib adalah memakmurkan masjid secara ma’nawi dan inilah yang dikembangkan oleh rasul dan para sahabatnya. Melawan musuh-musuh Allah yang berusaha menjauhkan kaum muslimin dari Masjid.

Nabi bersabda tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid-Nya dan seburuk-buruk tempat dari suatu negeri adalah pasar-pasarnya.

“Oleh karenanya sudah sewajarnya kita semua sebagai umat Islam untuk memperhatikan pembangunan masjid dengan memelihara, merawat dan tak kalah penting memakmurkannya. Apa yang dibangun oleh Pak Bupati ini menjadi sebuah berlian bagi seluruh umat muslim Kabupaten Bandung khususnya. Karena sebagai pemimpin ia membawa umatnya untuk tetap mendapatkan keberkahan dan amal jariyah yang pahalanya itu tidak akan putus selama masjid dimanfaatkan sarana ibadah dan syiar islami,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Dadang Naser menjelaskan proses pembangunan masjid membutuhkan waktu hampir dua tahun lamanya. Dibangun pada 1 Muharram 1439 H atau tanggal 21 September 2018 dengan menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 9,25 miliar.

Lokasi masjid, terang bupati berdiri di tempat yang cukup strategis, di pinggir jalan yang terlewati transportasi jalur Bandung-Majalaya, lokasi jalan yang bisa menjadi alternatif menuju daerah selatan, diantaranya Garut dan Tasikmalaya.

”Saya berharap keberadaan masjid ini akan membantu memudahkan ibadah bagi orang-orang yang sedang bepergian atau musafir. Pembangunan masjid ini diniati dengan dasar keimanan kepada Alloh Subhanahhu Wa Ta’ala, semoga keberadaanya bermanfaat dan menjadi tempat ibadah yang penuh berkah,” harapnya.

Bupati menerangkan, nama Al-Karomah itu sendiri diberikan oleh Habib Muhammad Luthfi yang ia anggap sebagai guru spiritualnya. Al-Karomah, artinya kemuliaan sehingga ia pun banyak memasang nama al-karomah ini di setiap sudut dinding masjid.

“Kami juga pasang asmaul husna dan ayat-ayat yang berkaitan dengan kemuliaan di setiap dindingnya. Mudah-mudahan masjid ini akan melahirkan generasi penerus yang punya nilai keagamaan yang kuat, memiliki kecerdasan sosial, intelektual dan spiritual. Dan juga melahirkan kader-kader kebangsaan yang paham agama,” ujarnya pula.

Lebih jauh orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini menerangkan, dalam proses pembangunannya, banyak melibatkan berbagai pihak sehingga kendala-kendala yang ditemui dapat diselesaikan dengan kebersamaan.

Sampai saat ini, menurutnya masih banyak yang perlu disempurnakan. Ia berharap ke depan akan lebih sempurna lagi dan tidak mengurangi tekadnya untuk sabilulungan mempersatukan umat, mendekatkan kejayaan Islam di Kabupaten Bandung.

“Untuk itu atas nama DKM Masjid Al-Karomah, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah ikut berperan mensuport pembangunan masjid ini, baik dari materi, tenaga, maupun pemikiran dan do’anya. Jazakallah Khairan Katsiran,” ucapnya pula. ***


Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *