Di Cimahi Ada Balita Meninggal Akibat Difteri

WASPADA: Petugas Kesehatan pada Dinkes Kota Cimahi saat memberikan obat difteri cuma-cuma kepada warga di Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cimahi tengah, menyusul ada balita meninggal akibat difteri.

CIMAHI – Meninggalnya anak bernama Muhamad Dicki (5) akibat terjangkit Difteri, menimbulkan kekhawatiran bagi warga. Terlebih, penyakit tenggorokan yang mematikan itu tidak bisa dideteksi secara langsung.

Anak kedua dari pasangan Dadang Suherman (37) dan Yeni Halimatusadiyyah (34) ini dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, Kamis (1/2) pukul17.45 WIB.

Sebelumnya, pasien yang merupakan warga Kampung Babakan Kidul RT 4/4 Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, itu sempat dibawa ke salah satu klinik di Kota Cimahi. Namun, pihak klinik belum bisa mendeteksi apa penyakit yang diderita oleh Dicki.

Dadang Suherman mengatakan, saat anaknya dibawa ke klinik, hanya dinyatakan mengalami demam saja. Terlebih, belum ada tanda-tanda yang mengarah ke penyakit difteri.

“Saya kira anak saya demam biasa. Soalnya sempat turun juga panasnya, bahkan sempat dibawa ke rumah sasudara ke Cililin (Kabupaten Bandung Barat,” ujar Dadang saat ditemui di rumahnya, Minggu (4/2/2018).

Dikatakannya, meski demam Dicki saat itu sudah berangsur turun namun, kembali panas sepulangnya dari Cililin. Akhirnya, Dicki dibawa ke klinik untuk diperiksa dengan harapan penyakit yang diderita anaknya itu segera diketahui dan bisa disembuhkan.

Akan tetapi, harapan tinggal harapan, pihak klinik tak mampu berbuat banyak dan lebih memilih untuk merujuk ke Rumah Sakit Kasih Bunda. Kala itu, pihak klinik mendiagnosa bahwa, Dicki terjangkit difteri.

Sesampainya di rumah sakit yang terletak di Jalan Mahar Martanegara itu, keterangannya sama dengan pihak klinik yakni, terjangkit difteri. Rujukan pun langsung ditujukan ke RSUD Cibabat Jalan Amir Machmud.

“Di Cibabat anak saya dicek darah selama 6 jam, dan langsung dibawa ke RSHS Bandung. Katanya supaya mendapat perawatan intensif,” ucapnya. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *