Dianggarkan Rp 16 Miliar, Walkot Ajay Perbaiki 967 Rumah Warga Melalui Program Rutilahu

CIMAHI– Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi akan memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebanyak total 967 unit pada tahun anggaran 2020 ini.

Adapun total anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan perbaikan Rutilahu ini mencapai sekitar Rp16 milar. Hal itu diutarakan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Muhammad Nur Kuswandana, dalam acara Sosialisasi Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Tahun Anggaran 2020, di Aula Gedung Cimahi Techno Park baru-baru ini.

Dalam laporannya, M. Nur Kuswandana menyatakan, dari total 967 unit Rutilahu yang mendapatkan bantuan perbaikan, 270 unit diantaranya berasal dari APBD Kota Cimahi Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 3.898.800.000, 187 unit dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 3.272.500.000,, 300 unit dari bantuan APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 5.250.000.000, dan 210 unit sisanya berasal dari bantuan stimulan perumaan swadaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Republik Indonesia sebesar Rp. 3.675.000.000. Menurutnya, setiap Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) bantuan Rutilahu wajib memenuhi beberapa syarat, seperti tanah dan bangunan milik sendiri dibuktikan dengan surat-surat yang lengkap, kondisinya layak dibantu, masyarakat sekitar sanggup membantu proses pembangunan, dan dalam lima tahun terakhir belum pernah mendapat bantuan serupa.

“Perbaikan Rutilahu merupakan salah satu upaya untuk mencapai tercapainya kesejahteraan suatu komunitas, karena rumah yang tidak layak huni dapat menyebabkan masalah sosial dan kesehatan. Perlu ditekankan bahwa bantuan ini hanya stimulan, jadi bukan memperbaiki kerusakan bangunan secara keseluruhan karena nominalnya saja tidak akan cukup,” ujar M. Nur.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna menyatakan, pandemic Covid-19 telah mempengaruhi semua aspek kehidupan, khususnya terkait sektor ekonomi. Salah satu dampak yang paling dirasakan adalah meningkatnya angka kemiskinan yang bukan hanya dialami oleh Kota Cimahi namun daerah-daerah lainnya juga. Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya menegaskan bahwa Program Rutilahu ini akan tetap dilaksanakan demi kesejahteraan dan kebaikan masyarakat Kota.

“Secara nasional dengan adanya wabah Covid[-19] ini, dampak sosialnya telah meningkatkan jumlah masyarakat yang tadinya mampu menjadi tidak atau kurang mampu. Ini tentu merupakan keprihatinan kita semua. Namun terlepas dari kondisi pandemic ini, kita tetap berikan bantuan untuk perbaikan Rutilahu ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat miskin agar keluar dari kemiskinannya,’’ kata Ajay.

Diakui Wali Kota Ajay, jumlah penerima bantuan perbaikan Rutilahu pada tahun anggaran 2020 ini mengalami penurunan. Selain karena semakin membaiknya kondisi perumahan di Kota Cimahi, pihaknya menggarisbawahi adanya penurunan berbagai mata anggaran selama masa pandemic Covid-19 ini. Namun demikian, Ia optimis bahwa jumlah alokasi anggaran untuk perbaikan Rutilahu ini akan dapat ditingkatkan kembali di tahun yang akan datang sehingga akan membantu upaya pencapaian target peningkatan kualitas 1,5 juta Rutilahu yang telah dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

“Rutilahu ini kan dibiayai oleh pemerintah. Tentunya ada aturan-aturannya. Itulah kenapa harus disosialisasikan dengan benar kepada seluruh pihak terkait, termasuk masyarakat. Memang ada penurunan [anggaran] dari tahun kemarin. Makanya tadi sudah saya tekankan kepada dinas terkait [DPKP] agar tepat sasaran dan tepat guna. Jangan sampai salah sasaran,” pungkas Ajay. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *