Dicekik, Korban Dicemplungkan ke Sumur

Tersangka tengah mempraktikan adegan pembunuhan kekasihnya dalam rekontruksi di tempat kejadian perkara Kampung Tegal Kiara RT 01/07 Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, KBB Jumat (15/9/2017).

CILILIN- Rekontruksi pembunuhan terhadap korban MR (16), oleh kekasihnya yang dicemplungkan ke dalam sumur dilakukan sebanyak 34 adegan.

Jalannya rekonstruksi dilakukan di tempat kejadian perkara di Kampung Tegal Kiara, RT 01/07, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dikawal ketat petugas kepolisian, Jumat (15/9/2017).

Pelaku berinisial EK (21), menjalani proses rekonstruksi dengan tangan diborgol. Satu persatu adegan diperagakan dan kebanyakan dilakukan di dalam rumah. Di adegan ke-14 dan 15 pelaku membunuh korban, sedangkan diadegan ke-33 korban dicemplungkan ke dalam sumur.

“Korban dibunuh dengan cara dicekik kemudian dililit kabel yang dilanjutkan dengan dicemplungkan ke sumur,” ucap KBO Reskrim Polres Cimahi Iptu Wasiman, seusai rekonstruksi.

Dia menambahkan, tujuan dari rekonstruksi ini adalah untuk mencocokan perbuatan yang dilakukan pelaku di lapangan dengan fakta dan hasil penyelidikan. Dari hasil rekonstruksi yang dilakukan dalam 34 adegan itu dengan hasil penyelidikan semuanya sesuai.

Disinggung motif pelaku membunuh korban karena pelaku emosi setelah sempat terlibat cekcok sebelumnya. Apalagi korban mengaku sedang hamil dan meminta pertanggungjawaban dari pelaku.

“Korban dibunuh dengan cara dicekik sekitar pukul 09.00 WIB kemudian dia sempat pergi ke Cimahi dan kembali lagi sore untuk kemudian mencemplungkannya ke sumur,” tuturnya.

Bibi pelaku, Nani Sundari (51), mengaku tidak menyangka dengan tindakan nekat yang dilakukan keponakannya tersebut. Apalagi dia dikenal sebagai pemuda yang santun dan sangat sayang kepada kekasihnya tersebut. “Tidak menyangka sama sekali, karena dia bilang ke saya sangat sayang sama pacarnya itu,” tuturnya.

Dia pun mengaku pascakejadian pembunuhan ini baru sekali bertemu dengan keponakannya. Rencananya seusai rekonstruksi rumah kosong tersebut akan diruntuhkan karena bangunan sumur pun sudah tidak dipakai dan tidak ada lagi warga yang mau mengambil air dari sumur tersebut. (wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *