Disdik Cimahi Hindari Pungli di PPDB

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahwan.

CIMAHI- Dinas Pendidikan membuat aturan ketat penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2018 ini. Disdik menggendeng aparat kepolisian menghindari praktik pungutan liar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, pungli dan segala jenis modus operandi lainnya tidak boleh terjadi saat pelaksanaan PPDB. Karena hal itu akan memberatkan orang tua siswa dan mengganggu proses pendaftaran sekolah.

“Dinas akan mengawasi sekolah, kemudian dari sekolah juga nanti akan membuat tim pengawasan internal untuk mengawasi panitianya,” kata Dikdik, Selasa di ruang kerjanya Selasa (3/7/2018).

Selain membuat tim pengawasan, pihaknya pun akan terus mendorong orang tua siswa untuk berani melaporkan kepada sekolah atau Dinas Pendidikan Cimahi apabila menemukan adanya praktik terlarang tersebut baik dengan alasan meminta uang bangunan atau uang bangku.

Pendaftaran harus gratis sehingga tidak boleh lagi ada istilaah uang bangku atau bangunan, kecuali SMA dan SMK. Meski begitu, dirinya tidak melarang setiap sekolah yang meminta sumbangan kepada komite orang tua siswa. Tapi, hal itu tidak mengikat.

“Memang ada regulasinya, tapi sumbangan itu harus sesuai dengan kesempakatan komite, jangan sampai diputuskan sendiri, pihak sekolah harus bisa memahami jika ada orang siswa yang tidak mampu,” katanya.

Selain itu, kata Dikdik, pihak sekolah dan komite orang tua siswa harus dapat membedakan antara pungutan dengan sumbangan. Kalau sumbangan, kata Dikdik itu sifatnya tidak mengikat, sementara pungutan itu biasanya mematok dan bisa masuk pungli.

“Kalau ada yang tertangkap tim Saber Pungli silahkan risikonya ditanggung sendiri. Karena sudah kami ingatkan jauh-jauh hari,” pungkasnya. (wie)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *