Ngamprah

Disdik KBB Tingkatkan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Kadisdik KBB, Imam santoso.

NGAMPRAH – Program demi program, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) di bawah kepemimpinan Bupati Abubakar teru merealisasikan program Cermat salah satunya di bidang pendidikan.

Tahun 2017, Bupati KBB, Abubakar mengoptimalkan sarana dan prasarana pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat.

“Sesuai amanat Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang mutu pendidikan nasional, bahwa tujuan pendidikan itu adalah membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, inofatif dan kreatif sehingga bisa menjadi manusia yg bertanggung jawab dan demokratif,” ujar
Kepala Dinas Pendidikan KBB, Imam Santoso di ruang kerjanya, Rabu, (20/9/17). Menurutnya, sampai saat ini, terus berupaya mendorong proses tercapainya program pendidikan nasional. Misalnya, adanya program penambahan jam belajar pendidikan agama di sekolah, yang saat ini peraturan bupatinya sedang disusun.

“Dimana program penambahan jam belajar pendidikan agama ini, dapat memicu mereka untuk meningkatkan ilmu keagamaannya, sehingga akan tercapai apa yg diharapkan dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah,” katanya.

Selain itu, juga fokus perhatian ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUDNI), dimana pendidikan anak usia dini ini, sangat penting dalam pendidikan karakter yang harus dimulai dari sejak awal.

“Apa yang diterima anak usia dini pendidikan dari awal, itu akan membekas sampai mereka nanti menyelesaikan pndidikan ke jenjang menengah. Sehingga akan tercapai program pendidikan nasional,” jelas Imam.

Kemudian sarana dan prasarana, dari data yang ada, itu masih banyak sekolah rusak dari sisi ruang kelas. “Oleh karena itu, kita dorong dari Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui kegiatan rehab sedang, berat juga sekolah-sekolah yang membutuhkan bangunan Ruang Kelas Baru (RKB), tapi demikian masih tetap kurang,” ungkapnya.

Sampai saat ini, lanjut Imam, peningkatan sarana dan prasaran diperkirakan baru mencapai 60%, secara bertahap akan tingkatkan sarana prasarana sampai Tahun 2019, disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

Selain sarana dan prasarana, pihaknya juga terus menggenjot Sumber Daya Manusia (SDM) gurunya, melalui pembinaan dengan pelatihan-pelatihan, diklat, bintek dan peningkatan kopetensi guru.

“Bagaimna cara mereka memberikan dan penyampaian materi, supaya anak-anak mudah untuk memahaminya, dari sisi metode pembelajannya seperti apa, kita tidak ingin guru-guru masih terjebak di dalam pola-pola lama, sekarang sudah ada tekhnologi, bagaimana sarana prasaran yang ada bisa digunakan dalam mempermudah proses pembelajaran,” jelas Imam.(buh)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close