Ngamprah

Disdukcapil Bisa Kejar Target?

TARGET: Proses perekaman e-KTP di Disdukcapil KBB.

NGAMPRAH- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih mempunyai pekerjaan rumah yang menumpuk dari target selesai akhir tahun ini.
Kepala Dinas Disdukcapil KBB, Wahyu Diguna menyebutkan, sampai Oktober 2017, perekaman e-KTP sudah mencapai 95 persen. Sisanya 5 persen lagi atau 61 ribu jiwa belum melakukan perekaman dari jumlah wajib e-KTP sebanyak 1.133.790 jiwa.  “Kalau untuk pencetakan kami sudah mencapai 87 persen atau sudah mencapai 990.958 jiwa. Sisanya belum dicetak karena memang harus menunggu kiriman blangko lagi,” ujar Wahyu, Selasa (7/11/2017).

Wahyu mengatakan, kembali mendapatkan 18 ribu blangko. Saat ini, pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) langsung dikebut agar masyarakat bisa mendapatkan e-KTP untuk keperluan berbagai hal. “Kami dapat tambahan blangko lagi, pada Oktober lalu sebanyak 8 ribu blangko dan 10 ribu blangko di bulan November ini,” katanya.

Tambahan blangko sebanyak 18 ribu ini, ujar dia, memang tidak sesuai dengan permintaan. Lantaran, pengajuan dari Disdukcapil kepada pemerintah pusat sekitar 75 ribu blangko. Namun, dengan adanya tambahan ini memberikan harapan kepada masyarakat untuk mendapatkan e-KTP. “Persoalannya yang kami cetak itu bukan hanya e-KTP yang baru-baru saja, tapi ada juga untuk e-KTP yang hilang, rusak, berganti status dari belum nikah menjadi nikah dan lain-lain,” tuturnya.

Terkait perekaman, kata Wahyu, pihaknya juga berkoordinasi dengan setiap kecamatan dan desa. Hal itu berdasarkan surat edaran (SE) Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Maman S Sunjaya. SE diberikan kepada 165 kepala desa dan 16 camat. Surat tertanggal 4 September 2017, terkait dengan surat instruksi percepatan perekaman e-KTP dikarenakan KBB akan menggelar Pilkada Serentak 2018 sehingga ditargetkan pada Desember 2017 perekaman e-KTP sudah 100 persen.

“Sejak adanya surat edaran itu, respon masing-masing desa dan kecamatan mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang kami miliki, perekaman sejak Agustus 2017 di seluruh kecamatan mencapai 5.856 jiwa lalu naik di bulan September sebanyak 7.068 jiwa dan pada Oktober mencapai 9.166 jiwa. Kami punya waktu dua bulan lagi menjelang akhir tahun untuk menyelesaikan perekaman,” tandasnya. (wie)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close