Ditolak Warga Cirendeu, Pengembang Perumahan tak Menggubris

PENOLAKAN: Kendati ditolak warga Cirendeu Cimahi Selatan, pengembang perumahan keukeuh membangunnya. Tampak aktivitas backohe tengah menggerus lahan di Cirendeu untuk dijadikan perumahan.

CIMAHI – Sebagian wilayah hijau di pegunungan Kota Cimahi kemungkinan bisa hilang. Penyebab hilangnya kawasan hijau tersebut akibat dari, ulah pengembang yang akan membangun perumahan.

Lokasi pembangunan yang terletak di dekat Kampung Adat Cireundeu itu, kini terlihat berbeda. Umbul-umbul yang tegak mengelilingi area pembangunan ditambah aktifitas mobil keruk (beko) di sekitaran proyek menjadi pemandangan yang jelas tidak nyaman.

Selain itu, ulah pengembang cukup berdampak pada keinginan warga yang sedang berjuang untuk menjadikan Kampung Cireundeu sebagai salah satu destinasi wisata.

Pembangunan perumahan itu sebetulnya, mendapat penolakan dari warga namun, pihak pengembang seolah tidak menghiraukannya.

“Waktu itu warga sudah berupaya menolak rencana pembangunan perumahan tersebut. Pertimbangannya, lantaran khawatir terjadi bencana alam longsor,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (24/4/2018).

Pihak pengembang yang melaksanakan pembangunan di lingkungan RW 10, Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan itu, dinilai tidak memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lokasi, dalam sosialisasi proyek pembangunan tersebut, pihak pengembang hanya sekali datang dan, menjadi keanehan bagi warga. “Sosialisasi sekali, lalu besoknya langsung pembangunan,” katanya.

Saat ini, ada sejumlah warga yang mengaku mendapat intimdasi dari orang yang diduga menjadi backing pembangunan tersebut.

“Saya harap ada tindakan dari pihak terkait atas pembangunan tersebut,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Cimahi Ajay M Priatna mengatakan, terkait pembangunan tersebut pihaknya belum menerima laporan dari dinas terkait. Namun, pembangunan perumahan itu jelas bisa mengurangi lahan terbuka hijau di Cimahi.
“Nanti kita akan cek dulu mengenai perizinan dan lainnya,” katanya.

Saat melihat langsung ke lokasi pembangunan, lanjut Ajay, dirinyapun merasa kaget karena ada proyek yang tidak diketahuinya. “Kita akan telusuri siapa pemilik lahan dan pengembangnya,” ujarnya.

Kendati demikian, Pemerintah Kota Cimahi bisa kesulitan menghentikan proyek tersebut apabila, tanah maupun pengembangnya milik swasta.

“Kalau milik swasta agak sulit juga, karena kalau sudah mengurus izin ya sah-sah saja,” pungkasnya. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *