Dituding Menyimpang, MUI KBB Selidiki Ponpes Tahfidz Alam Maroko, Ini Hasilnya

Suasana belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Alam Maroko di Kampung Maroko, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB). ft istimewa

CIHAMPELAS— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menurunkan tim untuk menyelesaikan konflik antara pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Alam Maroko dengan warga Kampung Maroko, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Konflik berawal pondok pesantren itu dituduh menyimpang oleh warga lantaran ajaran yang dipraktikan dianggap tak sesuai kaidah agama.

Seperti salat hanya tiga kali sehari, kiblat tak menghadap kabah, praktik menikah tanpa wali, dan tak ada izin mendirikan pesantren dari warga pengurus RT/RW setempat.

Hasil investigasi, MUI tidak menemui indikasi penyimpangan di Pondok Pesantren Tahfidz Alam Maroko.

“Beberapa hari lalu sudah dicek oleh kita ke sana memang tidak ada yang janggal dan tidak ada yang menyimpang. Itu hanya pesantren kecil yang mengajarkan santrinya untuk jadi Tahfidz Quran,” kata Ketua MUI KBB, Muhamad Ridwan belum lama ini.

Menurut Ridwan, tuduhan sesat yang disematkan pada pesantren itu nyatanya hanya kesalah pahaman warga. Tuduhan itu selanjutnya menyebar ke warga lainnya tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu.

“Saat ini sedang mediasi, katanya segera diselesaikan masalahnya. Kita minta memang segera diselesaikan kasihan santri dan warga lainnya. Ini hanya kesalah pahaman dan ada orang yang memprovokasi saja,” papar Ridwan. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *