DLH Cimahi Endus Pabrik Buang Limbah Berbahaya

CIMAHI – Pembuangan limbah pencelupan ke selokan yang dilakukan oleh PT Tri Gunawan dianggap melanggar Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pabrik yang berlokasi di Jalan Mahar Martanegara Rw 10 itu pun dinilai telah menyepelekan Pemerintah Kota Cimahi terkait aturan yang sudah ditentukan.

Sebetulnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, sudah melakukan beberapa kali teguran namun pihak pabrik seolah-olah tidak mendengarnya dan terkesan menganggap remeh.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan DLH Kota Cimahi, Lucky Sugih Mauludin, mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi berkaitan dengan adanya laporan dari warga sekitar, yang sering melihat pabrik tekstil itu membuang limbah bekas pencelupan kain dengan cara, langsung membuang ke aliran sungai Cibodas tanpa melakukan proses pengolahaan air limbah yang benar.

“Untuk memastikan kami cek langsung ke dalam. Namun karena Minggu sedang libur, jadi tidak ada aktifitas,” kata Lucky, di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi Jalan Demang Hardjakusumah, Selasa (27/2/2018).

Kendati demikian, Lucky mengaku, pihaknya akan tetap mendalami dan menindaklanjuti terkait laporan masyarakat  tersebut.

Jika melihat kondisi di lapangan, dengan adanya sejumah bukti terkait pembuangan limbah bekas pencelupan yang dibuang sembarangan, lanjut dia, kemungkinan bisa dilakukan tindakan paksaan dari Pemerintah Kota Cimahi untuk dilakukan penutupan.

“Pengawasan tetap kami lakukan. Saya rasa pencemaran ini karena adanya kucing-kucingan antara pihak perusahaan dengan pihak pengawas. Kalau seperti ini Ipal-nya bisa ditutup,” ungkapnya.

Untuk mengawasi sebanyak 500 lebih pabrik di Kota Cimahi, kata dia, sejauh ini pihaknya memiliki kendala yakni, keterbatasan personil sehingga, untuk mengawasi satu persatu pabrik yang ada, perlu waktu yang tidak sebentar.

“Jelas kami perlu tambahan personil, yang diperbantukan dalam memeriksa dokumen administrasi, perizinan, proses produksi, pengolahan air limbahnya serta kategori perusahaan tersebut bergerak dalam bidang apa,” tuturnya.

Lucky menyebutkan, dari 500 lebih perusahaan, sedikitnya 120 perusahaan sudah mendapat teguran. Dan itu akan terus diawasi agar tidak lagi terjadi pelanggaran yang berdampak buruk terhadap lingkungan.

“Kita akan terus pantau aktifitas pabrik. Kalau harus ditindak tegas, akan kita lakukan,” tandasnya.¬†(mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *