Politik

Dugaan Mallpraktik APBD, Hengky : “Saya Bingung Mau Tertawa atau Menangis”

NGAMPRAH–Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menjawab pernyataan dugaan mallpraktek APBD KBB yang dilontarkan Ketua Fraksi Gerindra DPRD KBB, Sundaya.

Hengky menegaskan, tidak benar adanya dugaan mallpraktek APBD di era kepemimpinannya. Dirinya mengaku bingung dengan pernyataan Ketua Fraksi Gerindra tersebut. “Terkadang saya bingung mau tertawa atau menangis nanggapi Kang Sundaya dan perlu dipahami bersama pemerintahan bukan hanya eksekutif saja tapi legislatif. Semuanya dibahasa disetujui bersama bahkan ada proses evaluasi dengan provinsi dan kemudian ketok palu jadilah APBD,” ujar Hengky kepada ragam daerah, Senin (14/3/2022).

Program-program pembangunan yang diluncurkan di eranya tersebut, kata Hengky, sudah melalui pembahasan antara eksekutif dan legislatif. “Bisa di cek di Bapeda terkait cantolan-cantolan di RPJMD,” katanya.

Hengky memahi soal tingkat urgensi program yang diluncurkan lantas dikritisi oleh Ketua Fraksi Gerindra tersebut. Sundaya menyebutkan, jika pembangunan drainase di Lembang tidak terlalu urgent di tengah pandemi COVID-19. “Saya memahami beliau (Sundaya, red) dapilnya bukan Lembang sehingga tidak merasakan kalau debit air itu tinggi Lembang banjir karena drainasenya tidak rapih dan Lembang sendiri menjadi daerah objek wisata kita harus benahi itu,” katanya.

“Jadi kalau ditanya urgent ya urgent. Kalau Lembang nanti banjir yang diserang siapa? Pasti masyarakat menilai pemerintahnya kemana,” tambah orang nomor satu di KBB ini.

Hengky juga membantah jika program revitalisasi Alun-alun Cililin tidak masuk dalam RPJMD. “Ada dalam RPJMD dalam menata ruang publik. Kita juga harus meramu dampak jika membuat kebijakan seperti ini contohnya perbaikan jalan di wilayah selatan kita ingin tumbuh prekonomian. Makanya saya tegaskan eksekusi kita yakinkan bisa ngangsur dan kita ingin daerah selatan menjadi kawasan wisata. Makanya kita perbaiki alun-alunnya biar indah,” katanya.

Hengky menyebutkan, TAPD dan Banggar sudah bersepakat terkait program prioritas ketika pembahasan dan disetujui. Yakni meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur fisik,sosial dan ekonomi dengam pokok permasalahan
Belum terwujudnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengembangan kawasan. “Isu strategis pemerataan pembangunan sasaran strategis meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur sosial,” katanya.

Isu strategis Provinsu Jabar lanjut Hengky, pertumbuhan dan pemerataan pembangunan sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan. Program prioritas bupati prngembangan wisata terpadu dengan pusat seni budaya. “Program di PUTR yang ada dalam RPJMD
perencanaan, pembangunan, pengawasan, dan pemanfaatan bangunan gedung daerah kabupaten/kota,” pungkas Hengky. ***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

To Top