Elin Kunjungi TKI Korban di Malaysia

BERTEMU: Ketua Pusat Pelayan Terpadu Pelindung Perempuan dan Anak (P2TP2A) Hj.Elin S.Abubakar, saat mengunjungi Meri Tenaga Kerja Wanita ( TKW) yang menjadi korban penyiksaan majikannya di Negara Malaysia, di rumah orangtuanya Kp pasir astana Desa Sinarjaya, Jumat(13/10/2017).

GUNUNGHALU-Ketua Pusat Pelayan Terpadu Pelindung Perempuan dan Anak (P2TP2A) Hj.Elin S.Abubakar, kunjungi langsung Meri seorang Tenaga Kerja Wanita ( TKW) yang menjadi korban penyiksaan majikannya di Negara Malaysia, di rumah orangtuanya Kp pasir astana Desa Sinarjaya, Jumat(13/10/2017).

Elin berpesan kepada keluarga korban untuk merawat dan jangan sampai diberi beban pikiran, korban harus diberi dukungan buat kesembuhan dan dibujuk agar mau pergi berobat.

“Saya imbau kepada Puskesmas di sini agar bisa merawat dan memulihkan fisik dan gizinya,” kata Elin.

Selain itu, Elin juga memberi bantuan buat penyembuhan Meri dan meminta kepada pemerintah untuk mendatangkan psikolog buat memulihkan Meri yang sampai saat ini masih trauma dengan kejadian yang menimpanya.

“Saya harap psikolognya datang ke rumah keluarga Meri, biar penyembuhan traumanya biar lebih cepat harus dekat sama keluarganya” tutur Elin.

Pihaknya berpesan kepada semua masyarakat Kabupaten Bandung Barat dengan kejadian Meri ini bisa menjadi contoh agar jangan sampai gampang terpengaruh bujuk rayu bekerja ke luar negeri apalagi tidak melaui agen resmi.

Semantara itu, Ahmad yang merupakan saudara Meri membenarkan bahwa Meri ditemukan di tempat sampah dekat pelabuhan di Malaysia oleh Iyus berasal Pangkalpinang dan dibawa ke Indonesia. Meri bekerja 2 tahun 6 bulan di negeri Jiran Malaysia.

“Meri selama terlantar memakan apa aja yang dia temukan seperti tanah dan pasir juga dia makan untuk bertahan hidup selama 6 bulan,” kata Ahmad sambil meneteskan air mata. (wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *