Empat KK Korban Longsor Perum Asabri Ngotot Renovasi

CILILIN-Pembangunan renovasi rumah warga Perumahan Griya Asabri Kampung Cinangsi RT 04/02 Desa Karantanjung Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang terkena longsor , Jumat (3/4/2015) tinggal menunggu kesepakatan warga. Hingga saat ini ada empat Kepala Keluarga (KK) yang belum menyepakati rumahnya untuk direhab.

“Kalau yang 11 warga sudah setuju rumahnya direnovasi. Tapi yang empat orang lagi, minta uangnya saja. Sedangkan bantuan yang diberikan Pemkab Bandung Barat, hanya berupa barangnya saja,” beber Kepala Bidang (Kabid) Rehab dan Rekon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Poniman, Kamis (28/9/2017) di Ngamprah.

Alasan pihaknya tidak memberikan uang langsung untuk renovasi tersebut, kata Poniman, hal itu sesuai dengan peraturan perundang-perundangan. Berdasarkan pantauan di lapangan, ternyata 2 KK, yang meminta uangnya tersebut dikarenakan telah direnovasi sendiri. Namun demikian, pihaknya masih berusaha dengan melakukan pendekatan persuasif terhadap keempat warga tersebut. Jika mereka tetap menolak, maka BPBD tetap akan melakukan renovasi pada 11unit rumah lainnya yang memang mengalami kerusakan cukup berat saat terjadinya longsor dua tahun lalu lebih.

Lagipula, anggaran untuk renovasi itu kata Poniman tidak berada di BPBD KBB, melainkan di leading sektor yang bersinggungan dengan pembangunan seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR). Pihaknya lebih berperan sebagai fasilitator saja. “Insya Allah, Oktober ini juga kita mulai perehabannya,” tutur Poniman.

Dikatakannya, renovasi pembangunan 11 rumah tersebut, dialokasikan anggaran sebesar Rp200 juta, belum termasuk PPN serta keuntungan pihak ketiga. Bantuan itu, diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan maisng-masing.

Sementara untuk 14 KK lainnya yang direlokasi ke perumahan baru untuk hunian tetap (huntap) kata Poniman, masih terkendala dengan fasilitas air bersih dan listrik. Untuk persoalan ini, Poniman mengaku jika pihaknya telah berkoordinasi PT.PLN (Persero) UIP JBT 1, agar disediakan fasilitas dengan anggaran dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Begitu juga untuk penerangan jalan ke perumahan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan supaya diberikan penerangan jalan. “Anggarannya direncanakan dalam penganggaran tahun 2018,” terangnya. (nie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *