ESTU 107.2 FM SMPN 1 Ngamprah Solusi Atasi PJJ

NGAMPRAH– Radio ESTU 107.2 FM yang dimiliki SMPN 1 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata menjadi salah satu solusi dalam melaksanakan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), menggunakan Radio ESTU 107.2 FM.

Bagaimana tidak, siswa yang belum memiliki smartphone dan layanan internet lainnya bisa mengikuti PJJ lewat siaran radio ini.

Kepala SMPN 1 Ngamprah, H. Sudarmanto mengungkapkan, pelaksanaan PJJ melalui siaran radio merupakan upaya sederhana sekolah sebagai jalan keluar permasalahan yang dihadapi sebagian besar siswa.

“Mereka umumnya belum memiliki smartphone untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu kami memberikan solusin dengan meluncurkan program tersebut,” kata Sudarmanto, Selasa (28/7/2020).

Menurut Sudarmanto, PJJ melalui siaran radio merupakan upaya sederhana sekolah sebagai jalan keluar permasalahan yang dihadapi sebagian besar siswa. “Mereka menginginkan agar proses pembelajaran tetap berlangsung, meskipun tidak memiliki smartphone. Sehingga kami mewujudkannya melalui radio ini,” ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan sekolah mengacu pada Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa Pandemi Covid-19, yang salah satunya mengamanatkan agar setiap satuan pendidikan menerapkan PJJ dengan program belajar di rumah’ (BDR).

“Sejauh ini Radio ESTU 107.2 FM dapat menjadi solusi alternatif dalam melaksanakan BDR yang terjangkau siswa,” katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Siaran, Budi Ruhiat menambahkan, bahwa program unggulan sekolah ini sedikit banyaknya telah mengatasi keluhan siswa yang terkendala mulai dari belum memiliki perangkat komunikasi, hingga kesulitan orang tua dalam hal pengadaan kuota internet.

Sehingga, banyak di antara mereka yang tidak dapat memenuhi tagihan tugas guru. “Oleh karena itu, sekolah meluncurkan program radio, yang umumnya perangkat ini dimiliki mereka,” katanya.

Di sisi lain, Wakasek Kurikulum, Soni Wahyuni, mengatakan, para orangtua antusias mendukung kegiatan. Mereka membangunkan tempat belajar untuk digunakan sejumlah siswa yang berdekatan, guna mendengarkan dan menyimak materi pelajaran dari radio yang dipancarakan sekolah.

Siswa pun serius mengikuti proses pembelajaran dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Berdasarkan hasil pemantauan terdapat hal unik yang membuat kami bangga. Salah satu orang tua yang mendukung kegiatan sekolah, membangunkan sebuah ‘saung’ agar dapat mengakses radio siaran sekolah kami. Ini  adalah salah satu bukti keseriusan orangtua dalam mendukung pembelajaran anaknya agar dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh,” tandasnya.***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *