FMPC Minta Akur Lirik Situ Ciburuy

 

foto dokumen pribadi
KUNJUNGAN: Ketua Forum Masyarakat Peduli Ciburuy (FPMC) Agus Solihin saat menerima kunjungan dari perwakilan Dinas Kebudayan dan Pariwisata KBB di lokasi objek wisata Situ Ciburuy, Senin (23/7/2018).

PADALARANG- Pengelolaan objek wisata Situ Ciburuy Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berpolemik. Bagaimana tidak, pihak Provinsi Jawa Barat enggan memberikan pengelolaannya kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

“Padahal pada 2013 lalu sudah difasilitasi oleh Komisi III DPR RI bersama Kementerian Pariwisata disaksikan oleh bupati KBB saat kegiatan di Ciburuy,” ujar Ketua Forum Masyarakat Peduli Ciburuy (FPMC) Agus Solihin, Senin (23/7/2018).

Agus mengatakan, Situ Ciburuy yang pengelolaanya di bawah Pemrov Jabar tidak maksimal. Beberapa fasilitas kurang memadai berimbas sepinya pengunjung wisata ke objek wisata legendaris tersebut. “Bayang saja aset negara ini mempunyai luas lahan sekitar 46 hektare dengan rendaman air situ sekitar 25 hektare. Saat ini Situ Ciburuy hampir sekelilingnya dipenuhi rumah penduduk juga pabrik cetakan batako, bengkel, warung kecil, dan ini menutupi eksositas ke indahan Situ Ciburuy,” sebutnya, Senin (23/7/2018).

Total luas aset Situ Ciburuy 46 hektare diperkirakan tinggal 25 hektare. Belum lagi ditambah debit air Situ Ciburuy yang kerap menyusut. Sementara, situ tersebut mengandalkan debit air untuk menambah keindahannya. “Kiriman air dari irigasi Cuhcur pun tidak stabil untuk dialirkan ke Situ Ciburuy,” kata Agus.

Agus berharap, kepada Bupati/Wakil Bupati KBB terpiliham Aa Umbara Sutisna-Hengki Kurniawan (Akur) bisa melirik Situ Ciburuy agar bisa menjadi aset KBB dan menatanya menjadi icon kabupaten. “Saya yakin, Situ Ciburuy dapat mendatangkan pendapatan asli daerah yang lebih bagi KBB,” tandasnya.

FMPC merupakan wadah komunitas kepedulian terhadap situs purba salah satunya adalah Situ Ciburuy yang tidak terlepas dari perhatian FMPC. Dengan adanya political will dari Pemkab KBB,
Situ Ciburuy yang terletak di Desa Ciburuy Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat bisa dikelola Pemkab Bandung Barat. Status Situ Ciburuy pun merupakan aset negara yang saat ini pengelolaannya diserahkan kepada Pemprov Jabar.

Sejarah

Jika mengupas sejarah Situ Ciburuy merupakan situs peninggalan zaman Prabu Siliwangi yang kemudian dilanjutkan oleh anaknya yaitu Prabu Kian Santang. Pada zaman dahulu tempat ini oleh Prabu Kian Santang digunakan sebagai arena pertarungan dengan jawara-jawara di Pulau Jawa.

Sejarah terbentuknya Situ Ciburuy adalah dari dua buah sungai kecil yang ujungnya bertemu di satu desa kecil bernama Ciburuy. Pada tahun 1918, area dimana pertemuan dua sungai kecil itu dibendung oleh warga untuk membuat pengairan sawah di desa mereka, namun bendungan itu tidak cukup untuk menahan banyaknya air hingga wilayah tersebut menjadi tergenang hampir seluas 15 hektare.

Peninggalan sejarah yang terdapat di Situs Ciburuy ini antara lain keris, bende (Ionceng yang terbuat dari perunggu), kujang (senjata Prabu Siliwangi), trisula, tombak, dan tulisan Jawa Kuno yang ditulis Prabu Kian Santang di atas daun nipah dan daun lontar. Masyarakat sekitar secara rutin mengadakan upacara pencucian keris yang dilaksanakan setiap 1 Muharam. Adapun mitos tentang keberadaan ikan raksasa, serta sulitnya memancing ikan di tempat tersebut. Konon ikan yang berada di Situ Ciburuy ini sangat sulit untuk ditangkap, baik itu dipancing atau dijala. Namun beda halnya jika yang memancing adalah warga asli Desa Ciburuy .

Uniknya terdapat bagian dari wilayah tersebut yang tidak terendam di bagian tengah danau, hingga membentuk seperti pulau kecil di tengah danau. Daratan itu sekarang menjadi tujuan pengunjung Situ Ciburuy saat menyewa perahu ataupun sepeda air yang harganya berkisar Rp. 20.000 hingga Rp. 75.000. Selain terdapat tempat penyewaan perahu dan sepeda air, di tempat ini juga  terdapat warung – warung kecil yang menyediakan makanan khas tanah sunda. Mungkin tempat ini bisa menjadi tujuan tempat wisata anda di akhir pekan, dan cocok sekali untuk anda yang berencana menghabiskan liburan bersama keluarga. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *