NGAMPRAH– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan mendapat bantuan tenaga medis dari PKM Padalarang dan sekitarnya untuk mengatasi ledakan pasen covid 19. Setidakny ada 18 tenaga medis yang diperbantukan di RSUD Cikalongwetan dalam penanganan Covid-19.

Dengan penambahan tenaga medis itu, anggaran covid harus di sisihkan untuk para perawat yang terlibat langsung mengatasi corona sebagai garda terdepan.  

Selain itu, tenaga medis selama bekerja jauh dari rumah tinggalnya, pemda harus menyediakan tempat yang dekat ke rumah sakit.

Ketua Panitia Kerja (Panja) Covid-19 DPRD KBB, Bagja Setiawan mengatakan, jika RSUD Cikalongwetan disiapkan menjadi rumah sakit rujukan atau darurat dengan menyediakan 35 bed. “Ya seperti itu skema awalnya. Tapi dengan catatan SDM (sumber daya manusia) harus dibantu oleh puskesmas-puskesmas terdekat. Jadi bukan karena penyebaran virus corona di KBB sudah mengkhawatirkan,” ujar Bagja kepada redaksi, Senin (20/4/2020).

Politisi PKS ini mengatakan, selain pemerintah pusat sudah mengangarkan untuk tenaga medis dalam pencegahan Covid-19 sekitar Rp 75 triliun, KBB juga menyiapkan anggaran insentif tambahan untuk tenaga medis yang menjadi garda terdepan.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali melakukan pergeseran anggaran (refocusing) untuk percepatan penanganan corona virus disease atau Covid-19. 

Semula KBB mencanangkan anggaran sebesar Rp61 miliar, kini bertambah menjadi sebesar Rp84,4 miliar dan saat ini bertambah menjadi Rp 132 miliar. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Asep Sodikin mengatakan, Pemda KBB masih menghitung anggaran yang dibutuhkan. Untuk sementara, total realokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) KBB untuk penanganan COVID-19 Rp132 miliar, ditambah anggaran dari Dinas Kesehatan sebesar Rp 34 miliar.

Asep menuturkan, jumlah anggaran tersebut diprediksi masih akan berubah. Ini karena beberapa data, seperti jumlah penerima bantuan, dan kepastian jumlah kecamatan yang bakal PSBB belum ditetapkan.

“Kemarin kita sudah sediakan 132 miliar. Tapi angka itu nanti kita akan evaluasi lagi seiring bertambahnya kecamatan PSBB dan hasil singkronisasi data PPDB dari Bappeda,” kata dia. (wie)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *