NgamprahPendidikanRagam Terkini

Genjot Mutu Pendidikan di Tengah Pendemi Covid-19, Ini yang Dilakukan SMPN 1 Padalarang

PADALARANG– SMPN 1 Padalarang Kab. Bandung Barat melakukan assesmen diagnostik dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, juga melaksanakan sejumlah kreasi dan inovasi pembelajaran.

Kegiatan yang diimplementasi oleh guru mata pelajaran Matemika tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, dan diselenggarakan sebagai upaya sekolah dalam menyikapi situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Kepala SMPN 1 Padalarang, Suhartono, sangat mengapresiasi langkap para guru, khususnya guru Matematika, yang telah mengeluarkan program tersebut.

Menurutnya, hal ini dilaksanakan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan pembelajaran daring yang dilaksanakan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“Penting sekali untuk mengetahui bagaimana perkembangan siswa kelas 9 dalam segi materi maupun sikap selama masa pandemi Covid-19,” ujar Suhartono, Jumat (7/8/2020).

Untuk itu, lanjutnya, salah satu langkah nyata guru matematika di SMPN 1 Padalarang dalam rangka mengukur sejauh mana siswa menguasai materi pembelajaran selama pandemic Covid-19. “Bagaimana perasaan mereka setelah beberapa bulan belajar secara daring adalah dengan melaksanakan asessmen diagnostic,” ungkapnya..

Lebih jauh disampaikan, Suhartono, bahwa pandemi yang sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir ini, sangat berdampak pada kondisi pembelajaran di setiap sekolah.

Khususnya yang melakukan secara daring. Sejumlah keluhan yang dilontarkan oleh berbagai pihak, terutama siswa dan orang tua, disebabkan kejenuhan cara belajarnya.

Hal tersebut mendorong Eka Dianti, guru Matematika, melakukan assesmen diagnostik.  Menurutnya, hal ini dilaksankan untuk mengetahui penguasaan siswa tentang materi prasyarat dan mengetahui perasaan siswa terhadap kegiatan BDR (Belajar Dari Rumah) yang telah ditempuh selama ini, terutama untuk siswa kelas 9.

Ditambahkannya, bahwa assesmen diagnostik tersebut terdiri dari assesmen diagnostik kognitif yang dilakukan untuk melihat tingkat penguasaan siswa terhadap materi prasyarat. Dan assesmen diagnostic non kognitif dilakukan untuk melihat kondisi siswa secara sosial emosionalnya.

Ke dua assesmen di atas diberikan kepada siswa kelas 9 melalui google form yang berisi pertanyaan yang berupa isian singkat materi prasyarat bilangan berpangkat dan bentuk akar.

Sedangkan pertanyaan untuk assesmen diagnostik non kognitif diantaranya adalah, Apa aktifitas kamu selama belajar dari rumah?, Hal apa saja yang paling menyenangkan selama belajar dari rumah?, Hal apa saja yang tidak menyenangkan selama belajar dari rusejumlah mah., Apa harapan kamu?

Eka Dianti menandaskan bahwa terdapat hasil yang menggembirakan saat penguasaan materi mencapai 87,76 %, dan 100 % siswa berharap agar situasi pandemi segera berakhir. Menurutnya,  hal ini membuat pihaknya terus berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran. 

“Suka duka ‘Belajar Dari Rumah’ selama pandemi Covid-19 memang menyisakan berbagai persoalan. Namun kami sebagai guru akan tetap berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas pembelajaran demi generasi penerus bangsa. Bagaimanapun caranya. Sesuai dengan harapan semua pihak dengan melakukan kerjasama semaksimal mungkin,” tandasnya.***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close