BisnisJakartaRagam TerkiniSosial

Gerakan Toko BERSAMA, Atasi Warung Tradisional Terdampak Covid-19

JAKARTA- Kementrian Koperasi dan UKM mendata, ada 236.980 UMKM terdampak Covid-18 di Indonesia. Pelaku UMKM terdampak dari mulai penjualan/permintaan menurun, permodalan dan distribusi terhambat serta sulitnya bahan baku, dimana pedagang eceran merupakan sektor terdampak terbesar kedua sebesar 25,33%.

Kemkop UKM bersama Coca-Cola, UKM Center FEB UI, dan QASA berkolaborasi dalam “Gerakan Toko BERSAMA (BERsih, SehAt, MAju)”.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengungkapkan, gerakan itu sebagai salah satu solusi, selain bertahan di saat krisis, juga meningkatkan penghasilan dan kapasitas usaha dari pemilik toko/warung tradisional untuk bersiap memasuki kenormalan baru (new normal).

“Kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai pihak harus terus kita optimalkan untuk mempersiapkan toko tradisional segera bangkit. “Gerakan Toko BERSAMA” diharapkan dapat membangkitkan semangat serta mengembalikan kekuatan pelaku usaha Toko atau Warung di tanah air sebagai tulang punggung perekonomian rakyat,” jelas Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Senin (29/6/2020).

Sementara itu, Ketua UKM Center FEB UI, T.M. Zakir Sjakur Machmud, menyambut baik kolaborasi tersebut. “Ini sebagai bukti nyata sinergi antara dunia usaha, pemerintah dan universitas dalam rangka memberdayakan UMKM, khususnya peritel tradisional,” katanya.

Seperti diketahui, sektor ritel merupakan salah satu kontributor penting terhadap pembentukan PDB nasional dan yang menyerap banyak tenaga kerja cukup banyak. “Oleh karena itu, sesuai dengan kapasitas, kami siap membantu mensukseskan gerakan ini demi terwujudnya Indonesia yg lebih baik,” jelasnya.

Managing Director QASA, Joko Wiyono, mengatakan, bersama dengan mitra kolaborasi, akan membentuk peta jalan pengembangan konsorsium sosial gerakan ini. “Pada tahap awal akan menjangkau lebih dari 500.000 toko tradisional di Indonesia terkait persiapan menghadapi periode kehidupan normal baru,” ungkapnya.

Dengan Coca-Cola menjadi bagian dari konsorsium sosial dari ‘Gerakan Toko BERSAMA’, Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo, menyampaikan, masa krisis pandemi Covid-19, Coca-Cola ingin turut mengambil bagian melalui Gerakan Toko BERSAMA. “Ini sejalan dengan kepedulian kami terhadap dampak yang terjadi kepada masyarakat khususnya terhadap usaha ritel tradisional yang merasakan dampak cukup besar agar mereka dapat bangkit kembali, membangun usaha mereka,” tuturnya.

Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai produsen dan distributor resmi produk-produk bermerek dagang Coca-Cola di Indonesia juga menyatakan, komitmennya menjadi bagian dari Gerakan Toko BERSAMA ini.

“Gerakan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan dukungan kami kepada pemerintah dan mitra usaha kami agar dapat terus menggerakkan roda perekonomian, khususnya pada sektor mikro yang sangat terdampak oleh COVID-19,” ungkapnya.

Lucia mengungkapkan, Dm beberapa waktu lalu telah memberikan fasilitas pengaman berupa tirai plastik untuk kasir kepada 50 ribu toko dan warung kelontong. “Saat ini kami pun sedang menyiapkan inisiatif lainnya,” tuturnya.

Sebagai langkah awal, “Gerakan Toko BERSAMA” akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pemilik toko mengenai standar operasional toko yang bersih, sehat dan aman dalam rangka persiapan kehidupan normal baru (new normal) melalui distribusi e-book, video yang bisa disebarkan secara gratis dan diakses di laman www.gerakantokobersama.com.

Tujuan tahap awal ini adalah untuk memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja di toko dan warung kelontong sekaligus membantu upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Tahap berikutnya, ‘Gerakan Toko BERSAMA’ akan dilanjutkan dengan implementasi dan aktivasi standar operasional di toko tradisional dan kolaboratif program lainnya dalam mempercepat reaktivasi dan pemulihan UMKM. ***


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close